
Universitas Negeri Jember (Unej) punya gawe pemilihan rektor baru. Pemilihnya adalah Senat Unej dan pada Jumat. 10 November 2023 lalu telah menghasilkan 3 Calon Rektor dari 6 Bakal Calon Rektor. Seperti apakah proses pemilihannya. Berikut ini laporan Pemred menaramadinah.com Husnu Mufid :
Setelah bulan September Senat Universitas Jember (Unej) menetapkan Bakal Calon Rektor sebanyak 6 orang. Tapi pada Jumat, 10 November 2023 pukul 09.37 wib-selesai menerapkan 3 orang Calon Rektor Unej 2024-2028.
Penetapkan tersebut 3 Calon Rektor berdasar rapat penilaian dan penetapan calon rektor digelar secara tertutup dari 5 Calon Rektor Unej.
Rapat senat secara tertutup di Kampus Unej yang dipimpin Ketua Senat Unej Andang Subaharianto menetapkan tiga calon Rektor Unej itu.
Dalam proses pemilihan itu Dr. Iwan Taruna petahana mendapat 24 suara. Prof. Sri Hernawati mendapat 20 suara dan Prof. Kahar Muzakar dapat 20 suara.
Adapun Jumlah anggota Senat Unej yang hadir sebanyak 83 orang, sedangkan 1 orang berada di Australia tidak ikut memilih
Selanjutnya tiga calon Rektor Unej tersebut akan disampaikan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk dilakukan tahapan selanjutnya.
Nantinya akan mengikuti fit and proper test oleh Kemendikbudristek dan menjadi kewenangan pihak kementerian. Selanjutnya akan dilakukan pemilihan rektor oleh anggota senat bersama Mendikbudristek Nadiem Makarim guna memilih Rektor Unej periode 2024-2028.
Ketiga Calon Rektor itu memiliki visi, misi dan program kerjanya. Seperti Sri Hernawati memberikan fokus pada usaha Unej bertranformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH). Karena seluruh parameter yang ditetapkan oleh Kemendikbudristek sudah dipenuhi, sehingga pihaknua menyiapkan 17 program kerja yang diharapkan dapat mengantarkan Unej menjadi PTN BH berkeadilan.
Sedangkan calon rektor Kahar Muzakharvidi misinya menekankan pentingnya Unej mengukir prestasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di pentas dunia dan serius mengikuti pemeringkatan berskala internasional dan melangkah menjadi PTN BH tanpa harus bersandar pada modal uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa.
Sementara Iwan Taruna siap melanjutkan program kerjanya menjadikan Unej sebagai PTN BH, sehingga perlu dua kata kunci untuk mewujudkan tersebut yakni inovasi dan adaptasi.
