Diseminasi Teknologi Spray Dryer Powder Berbasis Photovoltaic dan Digital Marketing Dalam Upaya Peningkatan Produktivitas IKM Jamu Djampie di desa Ngariboyo Kabupaten Magetan di Masa Pandemic COVID-19

Magetan-menaramadinah.com-Sebagian besar masyarakat mengkonsumsi jamu karena memberikan manfaat untuk meningkatkan imun tubuh, pencegahan dan pengobatan terhadap suatu penyakit.

Bahan herbal pembuat jamu didapat dari alam dimana bahan baku yang tersedia melimpah, fenomena tingginya harga obat-obatan kimia, serta semakin banyaknya masyarakat yang lebih memilih pengobatan tradisional dari pada pengobatan modern menyebabkan permintaan masyarakat terhadap Jamu juga meningkat terutama di zama pandemi Covid 19.

Salah satu produsen Jamu yang juga berupa industri kecil adalah IKM Jamu Djampie dengan nama pemilik Ibu Sri Wahyuningsih yang tergabung di kelompok Usaha Mulia Sejahtera yang berada di desa Ngariboyo Kabupaten Magetan. Pengusaha Jamu Djampie membuat beberapa macam Jamu diantaranya minuman Sinom, luvbeer serta beberapa minuman sari buah. LuvBeer adalah minuman berbahan dasar jahe dengan aneka rempah, empon-empon serta jeruk nipis. Sedangkan sinom Djampie adalah minuman berbahan daun sinom, kunyit dan gula aren. Keunggulan produk jamu adalah tidak menggunakan bahan pengawet rasanya enak dan segar, bermanfaat tuk kesehatan sehingga banyak disukai pelanggan.

Produsen jamu Djampie dari kelompok Usaha Mulia Sejahtera mengalami permasalahan pada aspek produksi. Pada masa Pandemi ini, penjualan Jamu Djampie mengalami kendala karena pemasaran hanya dapat dilakukan secara lokal dikarenakan jamu yang dibuat dalam bentuk minuman cair yang fresh dan tidak bisa tahan lama.

Padahal sebelum pandemi banyak permintaan dari wisatawan atau pendatang yang mapir ke magetan dan dibawa keluar daerah.

Namun karena Jamu Djampie ini berbentuk cairan dalam kemasan botol dan gelas maka tidak bisa bertahan lama. Adanya pandemi COVID19 dimana kunjungan wisata disekitar Magetan juga menurun menyebabkan pemasaran menjadi menurun.

Tim PKM Unesa yang beranggotakan Dr. Nurhayati., ST.,MT, Fitri Adi Iskandarianto., ST., MT dan I Made Suartana., S.Kom., M.Kom melakukan kegiatan PKM untuk membantu permasalahan IKM Jamu Djampie yaitu dengan melakukan rancang bangun, mesin Teknologi Spray Dryer Powder berbasis Photovoltaic.

Alat mesin Spray Dryer Powder adalah mesin ekstraksi yang memiliki kapasitas 10 L/proses, berbahan stailess steel, menggunakan pemanas gas LPG, menggunakan tabung double jacket, sistem transmisi gear box dan terdapat kontrol suhu digital otomatis.

Mesin ekstraksi ini membutuhkan power listrik 1000 W sehingga diadakan penelitian untuk mengintegrasikan solar cell on grid sehingga dapat mengurangi kebutuhan energi listrik dari PLN.

Dengan adanya kegiatan PKM ini mitra dapat mengembangkan usahanya bahkan bisa menggunakan alat spray dryer powder untuk ekstraksi untuk pengolahan jenis minuman cair lainya menjadi serbuk.

Husnu Mufid