
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini Lansung di Pandu oleh Pemateri Prof. Dr. Muslimin Ibrahim., M.Pd. dan di dampingin moderator sahabati Ainur Rohmah mahasiswa PGSD.
Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini merupakan hilirisasi dari dua penelitian yang telah dilaksanakan pada tahun 2017 yaitu pengembangan Instrumen untuk mendektesi miskonsepsi seseorang dan tahun 2019 tentang pengembangan model pembelajaran untuk mengubah konsepsi seseorang. PkM ini dilaksanakan pada guru-guru yang terdapat di kabupaten Gresik sebagai mitra Kerjasama Nomor 130/ 7/437.11/KSB/2021 dan Nomor: 144/UNUSA/Adm.MoU/IX/2021 yang ditandatangani oleh Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya MI Ma arif NU Sidoarjo krembung sebagai mitra Kerjasama.
Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan kualitas SDM guru melalui inventarisasi dan remediasi miskonsepsi yang dialami oleh guru dalam mata pelajaran tertentu.
PkM dilaksanakan melalui beberapa tahap: melancarkan tes diagnostik kepada guru sasaran untuk mendeteksi konsepsi guru akan dighasilkan profil konsepsi guru yang terdiri atas guru yang menguasai konsep, tidak paham konsep dan mengalami miskonsepsi.
Tahap kedua, berdasarkan konsep-konsep yang tidak dipahami dan konsep yang mengalami miskonsepsi, dikembangkan media berbasis powerpoint mengikuti Langkah model remediasi miskonsepsi P2OC2R.
Model P2OC2R adalah model pembelajaran yang potensial mengubah konsepsi seseorang yang Langkah-langkahnya sesuai Namanya, yaitu kepada peserta (guru) diajukan pertanyaan untuk menggali konsepsi awal peserta tentang konsep tertentu.
Peserta selanjutnya menyampaikan konsepsinya (probing). Selanjutnya peserta merespon pertanyaan (present previous conception) . Konsepsi awal ini bisa salah tetapi juga benar.
Setiap respon peserta dicatat untuk dikonfirmasi melalui pengamatan. Peserta diajak melakukan pengamatan (Observation), pada contoh konsep yang disediakan yang bertujuan menguji konsepsi peserta, yang hasilnya bisa benar ataupun salah .
Peserta melakukan Clarification, Confirmation, serta merumuskan konsepsi yang benar berdasarkan hasil klarifikasi dan konfirmasi atas hasil pengamatan. Tahap terakhir model ini adalah refleksi (Reflection) peserta diyakinkan akan fakta yang diamatinya dan mau mengubah konsepsinya yang salah.
Dengan demikian langkah- langkah umum pelaksanaan pembelajaran remediasi. Mula-mula peserta (guru) yang digali konsepsi awalnya,.
Konsepsi awal yang disajikan gutru dibandingkan dengan fakta melalui observasi, berdasarkan hasil pengamatan dapat diklarifikasi dan dikonfirmasi apakah konsepsi awal benar atau salah. Jika salah dilakukan revisi dengan menunjukkan contoh lain. Tahap ketiga, dengan menggunakan media yang telah dikembangkan, dilakukan pembelajaran remedi kepada guru. Tahap keempat, dilakukan tes diagnostik kedua untuk merekam profil konsepsi guru setelah pembelajaran remedi. Profil hasil tes diagnotik pertama dan kedua digunakan untuk menentukan perubahan konsepsi dan reduksi miskonsepsi guru.
Dengan demikian evauasi keberhasilan program PkM ini build in dengan proses perekaman profil konsepsi peserta menggunakan tes diagnostik.
Tahap terakhir dilaksanaklan tes diagnostic ketiga untuk merekam retensi peserta terhadap hasil belajar konsepnya. PKM direncanakan dilaksanakan dalam 5 mata pelajaran utama di Sekolah Dasar, yaitu IPA, PJOK, PPKn, Matematika, dan Bahasa Indonesia. (ST)
