Keaslian Makam Mbah Abdurrohman

Ketika dalam perjalanan ke Rembang (tahun 2020) khusus di desa Waru, saya melihat gapura bertuliskan Makam Mbah Abdurrohman. Untuk memuaskan rasa penasaran maka saya sempatkan untuk berziarah. Berikut ini laporan Atok Witono :

Syekh Abdurrohman diyakini masih mempunyai darah keturunan dengan Sunan Giri. Juru rawat makam, pak Sukran, mengungkapkan berdasarkan cerita turun temurun, beliau pernah bertapa menyepi memuji kebesaran Allah SWT di sebuah gua, yang dulu juga pernah digunakan Sunan Giri berkhalwat. Ketika dianggap sudah selesai, tubuh Syekh Abdurrohman dipukul dengan tongkat oleh Sunan Giri, secepat kilat tiba di desa Waru. (Ini cerita turun temurun yang masih perlu di telusuri kebenarannya)

Syekh Abdurrohman menyebarkan agama Islam dengan berpetualang dari satu desa ke desa lain. Beberapa petilasan yang menjadi saksi sejarah yakni Masjid Waru Kaum, mimbar untuk tempat berkhutbah masih ada di Masjid desa Dresi Wetan Kec. Kaliori. Sedangkan peninggalan bedug, dibawa oleh sang cucu ke daerah Waturoyo Kec. Margoyoso Pati.

Merunut riwayat sejarah, sampai sekarang misteri Syekh Abdurrohman belum pernah terungkap. Tapi beliau mempunyai 6 orang anak dan salah satu silsilah keturunan beliau adalah Gus Syauqi Taufiqurrohman, pengasuh pondok pesantren Al Irsyad Kauman Rembang.

Jamaah dan masyarakat desa Waru setiap tanggal 1 Muharram menggelar haul, tepatnya pada malam Minggu Pon diadakan istighozah secara khusus mendoakan arwah Syekh Abdurrohman.

Memang lokasi makam Mbah Abdurrohman agak masuk ke dalam, kurang lebih 300 M dari jalan raya tetapi ketika sampai di sana suasana di cungkup makam cukup tenang dan bersih.

Walahu’alam..