Anggota MPR RI Fraksi Golkar ini menginisiasi dibentuknya Duta Empat Pilar Kebangsaan di Setiap Desa.

Jember, Menaramadinah.com. Bertempat di Meotel hotel Jember, Jalan Karimata, Selasa (31/05) anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar H. Muhamad Nur Purnamasidi menggelar Giat Sosialisasi empat pilar kebangsaan.

Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Dihadapan ratusan peserta yang berasal dari komunitas/pegiat Wisata (kelompok Sadar Wisata/Pokdarwis) dan Pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) se Kabupaten Jember, Bang Pur menyampaikan nilai-nilai luhur yang harus dijunjung tinggi. Tata Krama, Sopan santun,. Ramah, toleran dan gotong royong harus diinternalisasi serta dijadikan spirit dalam berperilaku keseharian.

“Penting membangun kesadaran bersama, dengan penuh toleransi, gotong royong, menjaga kerukunan, terlebih dalam penyediaan jasa serta layanan di bidang pariwisata, serta Ekraf.” Ungkapnya.

Lebih lanjut Bang Pur menekankan pelaku Pariwisata dan Ekraf untuk bersinergi, berkolaborasi/gotong royong dengan membangun konektivitas/berjejaring satu dengan yang lainnya.

“Hikmah Pandemi Covid 19 membuat perubahan luar biasa dengan munculnya kreativitas, inovasi dalam berbagai bidang kehidupan. Perubahan yang menuntut adanya adaptasi, dengan pola dan tradisi baru dimana hampir semuanya bisa dilakukan dengan hanya menggerakkan jari melalui gadget.” Tandasnya.

Transisi dari Pandemi ke endemi harus dioptimalkan dalam menjalankan usaha dan jasa pariwisata dan ekraf. “Prinsip CHSE (Bersih, Sehat, Aman dan peduli lingkungan) itu adalah juga bagian dari pengamalan nilai-nilai yang terkandung empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.” Pungkasnya.

Pembicara lain dari Dinas Kesbangpol Jember, Edy Budi Susilo sangat mendukung serta mengapresiasi giat sosialisasi empat pliar kebangsaan.
Masyarakat Jember itu dinamis, memiliki keragaman budaya dengan potensi ekonomi yang luar biasa.

Meski demikian, dalam dinamika sosial keagamaan, perlu diwaspadai terhadap infiltrasi pandangan yang intoleran, radikal dan eklusif, merasa hanya diri dan kelompoknya yang paling benar.

Karena itu berkenaan dengan ideologi, maka menjadi niscaya untuk membendung serta mengkanalisasi agar tidak menyebar serta menjadi “Bom waktu.” Keberadaan mereka laksana Gunung es di tengah lautan. Kalau tidak hati hati dan waspada, bukan sesuatu yang tidak mungkin ke depannya menimbulkan gesekan, bahkan perpecahan di masyarakat.

“Segera ambil tindakan dan laporkan ke pihak berwajib bila terdapat indikasi penyebaran ujaran kebencian, provokasi yang menyoal ideologi Pancasila.” Terang Edy.

Dalam kesempatan tersebut, Bang Pur menginisiasi untuk dibentuk duta wisata dan duta ekraf di masing-masing pegiat/komunitas. Sekaligus memfungsikan perannya itu dalam berbagai aksi nyata/perilaku yang mencerminkan nilai nilai empat pilar. Bila diperlukan, di masing masing desa dibuat tim khusus penggerak untuk terus mempiarkan nilai-nilai serta muatan empat pilar kebangsaan.

Sebagai penstimulus, di sesi tanya jawab diberikan doorprize bagi peserta yang aktif serta dapat menjawab pertanyaan yang diajukan Nara sumber. (red./alien)