Bali-menaramadinah.com-Dr. Arya Wedakarna (AWK) Selaku Senator DPD/MPR RI B.65 Utusan Provinsi Bali melaksanakan kegiatan sosialisasi empat konsensus bangsa “Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tungal Ika” di Sport Center Marhaen Denpasar, Sabtu (19/03/2022). Sosialisasi dihadiri oleh para mahasiswa dari berbagai Fakultas dari PTN/PTS di Bali, Organisasi Masyarakat, Akademisi dan Praktis Politik dan Hukum di Bali
Dalam pelaksanaan sosialisasi empat konsesus bangas kali ini, Dr. Arya Wedakarna, atau yang akrab disapa dengan AWK melaksanakan kegiatan ini secara santai yakni dengan mengajak para peserta untuk duduk bersama – sama lesehan di lapangan putsal, Sport Center Marhaen. Hal ini untuk mengingatkan kembali bagaimana dulu perjuangan kaum marhaen dan para pahalawan berjuang mengorbankan jiwa dan raga untuk dapat memerdekakan bangsa ini dan membebaskan dari budaknya kaum penjajah. Generasi muda saat ini jangan silau akan kebebasan dan kemerdekaan. Generasi muda mempunyai tantangn yang besar dalam mengisi kemerdekaan guna untuk menyelesaikan revolusi yang belum selsai, seperti pesan Bung Karno
AWK mengingatkan kepada generasi muda saat ini, bahwa kemajuan dan kehancuran bangsa Indonesia ada di tangan generasi muda yang dimana diperkirakan pada tahun 2045 nanti jumlah penduduk Indonesia mencapai 319 juta jiwa dengan 223 juta jiwa merupakan kelompok usia produktif yang menjadi tulang punggung pembangunan nasional. Dan AWK mengajak Generasi muda harus, perduli dan peka terhadap nilai – nilai luhur kebangsaan. Saat ini Bangasa Indonesia didera krisis multidemensi yang berkepanjangan, baik itu krisis ekonomi, dan juga krisis tentang calon pemimpin ke depan. Generasi muda harus menyiapkan diri untuk bisa menjadi calon – calon pemimpin ke depan yang memang benar – benar mengeti tentang indonesia. Dan kalau tidak dipersiapkan mulai dari sekarang kekawatiran itu mencul karena dengan semakin berkembangnya jaman dan mulai masuknya peradaban barat dan ditakutkan akan menghancurkan kedaulan indonesia kedepan melalu keacuhan dan tidak keperdulian generasi muda. Maka dengan itu kaderisasi calon – calon pemimpin kedepan dirasa sangat penting terutama dalam pengenalan tentang empat konsesus bangsa
Lebih lanjut Dr. Arya Wedakarna menilai, pilar-pilar kehidupan berbangsa yang terdiri dari Pancasila, UUD tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika perlu terus dikuatkan. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan integrasi nasional, termasuk menghindari penyebaran radikalisme dan demoralisasi bangsa “pungkasnya”
Dalam pelaksanaan kegiatan sosialiasasi empat konsensus berbangsa, selain pembicara dari Anggota MPR RI B.65 Provinsi Bali Dr. Arya Wedakarna MWS III, ada juga dua pembicara lainya yakni, Rahnat Marlianus Siki, SH, MH dan Ida Bagus Angga Pidada, SH. MH selaku akademisi dan praktisi hukum dengan dimoderatori oleh Ni Made Rai Sukardi,SH.,MH.
Dalam konteks empat pilar, pemuda mempunyai peran besar untuk berperan aktif, guna turut menciptakan suasana yang aman dan kondusif. Pluralisme masyarakat kita harus dipahami dengan benar, dan menyikapi pluralisme ini agar menjadi kekuatan yang positif, maka tidak ada jalan lain kecuali menghayati, memaknai, dan menjalankan Pancasila dengan baik. Semuanya akan terjawab disini tentang apa dan bagaimana pluralisme itu. Maka dari itu peran empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernergara sangat diperlukan. Ini merupakan tugas kita bersama bukan henya tugas dari pemerintah semata. “Pungkas Rahnat Marlianus Siki, SH, MH”
Lebih lanjut, Ida Bagus Angga Pidada, SH. MH menambahkan, kebhinnekaan merupakan sebuah hal yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan bangsa Indonesia yang dimana bangsa ini terdiri dari suku dan ras yang berbeda seperti meliputi kebhinekaan suku bangsa, bahasa, adat istiadat dan sebagainya, kebhinekaan yang terjadi di Indonesia merupakan sebuah potensi sekaligus tantangan sebagai sebuah potensi, karena hal tersebut akan membuat bangsa kita menjadi bangsa yang besar dan memiliki kekayaan yang melimpah, kebhinekaan bangsa Indonesia juga merupakan sebuah tantangan bahkan ancaman, karena dengan adanya kebhinekaan tersebut mudah membuat penduduk Indonesia berbeda pendapat yang lepas kendali, mudah tumbuhnya perasaan kedaerah yang amat sempit yang sewaktu bisa menjadi ledakan yang akan mengancam integrasi nasional atau persatuan dan kesatuan bangsa, maka saya sara disinilah persan MPR dalam mensosialisakan apa arti sebuah kebhinekaan yang sebernarnya sesuai dengan amanah dan warisan yang di wariskan oleh pahlawan – pahlawan kita terdahulu yang sudah menyatukan bangsa ini, saya selaku generasi muda sangat mengharapan agar terus di libatkan, kami gentari muda bali siap mejadi garada terdepan. “pungkasnya”
Husnu Mufid
