Lamongan-Menaramadinah.com. Kota Atlas Semarang yang juga ibukota Jawa Tengah menyimpan sejuta pesona wisata alam, religi, tempat bersejarah, belanja-kuliner, kearifan lokal yang menarik untuk dijadikan tujuan berpicnik sambil menggelar acara touring comunity, outbound, family gathering atau kegiatan sejenis.
Seperti yang dilakukan oleh keluarga besar SMA Negeri 1 Karangbinangun, Lamongan (Smankar), yang menggelar acara Family Gathering (FG) 2022 dengan mengusung tema Gathering to The Best Togetherness, di kota Semarang, hari Jumat-Senin, tanggal 25-28 Maret 2022.
Kepada menaramadinah. com, Ketua Panitia FG Smankar 2022, Khoirul Huda, S.Pd, M. Pd menjelaskan kegiatan yang merupakan agenda rutin yang di planning dua tahunan ini diikuti oleh keluarga semua guru, staf karyawan (TU) dan jajaran pengurus komite sekolah.
Di tahun 2022 ini disepakati diadakan di Semarang, Jawa Tengah dengan memilih destinasi wisata yang lebih spesifik seperti religi, alam, sejarah dan kearifan lokal seperti : Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) , Taman Bunga Celosia Ungaran, Museum Firdaus Fatimah Az Zahro Gunungpati, Eling Bening (Rawa Pening), Dusun Semilir di Bawen, wisata belanja Kampung Oleh-0leh di Kaligawe.
” Peserta FG 2022 ini ada 4 bus, atau sekitar 180 an orang. Agenda utama malam puncak FG digelar hotel Holliday di kawasan Simpang Lima yang juga dikenal sebagai ikon destinasi JJS, kuliner Mince, tempat tongkrongan malam di kota Atlas itu,” kata pria ramah yang juga Waka Kesiswaan ini.
Sedangkan dalam sekapur sirihnya Kepala SMA Negeri 1 Karangbinangun, Drs. H. Ali Nurdin, M. Pd menegaskan FG Smankar 2022 itu selain mengunjungi destinasi wisata alam sehingga jadi sarana refresing, namun juga ada tujuan berwisata religi, untuk memantapkan pribadi religius keluarga besar Smankar.
“FG ini jika saya kaitkan dengan program ke depan sekolah yang kita cintai, yakni untuk membangun Smankar yang hebat, sesuai dengan visinya. Dan yang penting juga di dalamnya dihuni insan-insan religius, guru, siswa, karyawan dan semua civitas akademika yang beraklaqul karimah.
Masih menurut H. Ali Nurdin, urgensi tali kekeluargaan di Smankar ini harus tetap solid, menyatu, sehingga ia memberi tips agar ibu-ibu bisa memberi penyemangat suami yang berstatus guru untuk memajukan Smankar.
H. Ali mencuplik kata mutiara, There always the tough woman behind a great man , rasanya kita tidak asing dengan quotes ini, bahwa selalu ada wanita tangguh dibalik kehebatan atau kesuksesan seorang pria.
“Smankar saat ini masih kurang bagus peringkatnya diantara SMAN lain, tetapi dengan bekerja bersama-sama kita satukan tekat membangun Smankar, baik sarana fisik dan non fisiknya. Dengan dasar ini adab dan akhlaq yang tinggi, kita yakin dalam waktu 2 tahun ke depan, Smankar bisa menjadi SMA favorit di wilayahnya,” tegasnya.
Dari pernik perjalanan rombongan FG di Semarang yang diikuti menaramadinah.com,di hari pertama, berangkat dari Lamongan pukul 22.30 wib sampai di MAJT menjelang waktu subuh. Di masjid terbesar di kota Atlas ini peserta berkesempatan untuk menunaikan salat subuh berjamaah, istirahat, mandi dan sarapan.
Saat pagi menyapa dengan cahaya terang, para peserta mengabadikan momentnya dengan berfoto dengan fiew depan MAJT yang indah, menara Asmaul Husna, baik berselfi, berdua dengan pasangannya, keluarga dan satu rombongan.
Keunikan MAJT ada pada payung hidrolik raksasa yang menyerupai payung hidrolik di Masjid Nabawi Madinah.
Ada pula menara yang dinamakan Menara Asmaul Husna, memiliki ketinggian 99 meter. Dari atas puncak Menara ini kita dapat melihat megahnya Masjid Agung Jawa Tengah dari ketinggian, dan juga dapat melihat pemandangan Kota Semarang dan pesisir lautnya, pelabuhan Tanjung Mas dengan menggunakan teropong.
Masih ada satu spot lagi yang tak boleh kita lewatkan, yaitu Al Qur’an raksasa. Al Qur’an raksasa ini merupakan tulisan tangan karya H. Hayatuddin, yaitu seorang penulis kaligrafi dari Wonosobo.
Wisata berlanjut ke nuansa alam Taman Bunga Celosia di wilayah perbukitan Ungaran-Sumowono-Bandungan. Dan kunjungan diakhiri di destinasi religi Museum Firdaus Fatimah Az Zahro di kawasan Gunungpati yang terkenal sebagai prototipe perjalanan haji atau miniatur Makkah.
“Alhandulillah kita bisa di Fatimah Az Zahro ini merefleksikan diri dan menelusuri jejak perjalanan religi sebagai muslim, mudah-mudahan, semua warga Smankar bisa sampai di Makkah dan Madinah untuk menunaikan ibadah umroh atau haji, ” kata Drs. H.Akhiat. M. Pd, guru senior yang diamini oleh para pinisepuh Smankar diantaranya H. Muslih, H. Moh. Miftah yang sudah menunaikan rukun Islam di tanah suci itu.(bersambung)
*danar sp*
