
Catatan Aekanu Hariyono.
Keramahan guru dan siswa-siswi SMA NU Gombengsari kecamatan Kalipuro kabupaten Banyuwangi ini perlu ku acungi jempol. Saat aku tiba berbaju putih syal dan sarung batik tulis motif Sekar Jagat terasa pas dengan kacamata coklatku..udheng lembaran kupasang tanpa cermin dan itu menarik perhatian para siswa penabuh musik kuntulan…dan cekrek aku berfoto bersama mereka yang membuatku makin akrab berkomunikasi.
“Mari Pak saya antar ke tempat Edukasi kopi”, ucap seorang siswi yang meng”Escort” ku ke tempat utama melewati panggung para siswa / pemusik sedang berlaga.
Aroma asap kopi robusta dari sangrai cara tradisional dan roasting dengan mesin sungguh membuat otak ini ingin segera nyruput dan menikmati.
“Ini Pak kopi yang tidak ada gulanya”, salah seorang siswi menyerahkan sebuah paper cup kepadaku.
Salah satu yang menarik perhatianku adalah “paper cup”.
Kini minum kopi tidak harus menggunakan cangkir atau gelas berbahan kaca tapi dari gelas kertas.
Dibandingkan dengan gelas plastik atau gelas sterofoam, paper cup atau gelas kertas lebih aman, karena terbuat dari bahan alami, dan mudah terurai serta aman digunakan untuk minuman bersuhu panas seperti seduhan kopi panas maupun minuman dingin. Gelas kertas juga ringan dan praktis dibawa kemana mana.
Hari yang indah dan betapa bangga aku disapa setidaknya dua guru yang pernah jadi mahasiswiku beberapa tahun yang lalu.
Keramahan teman2 karang tarunapun membuatku bangga, setidaknya aku pernah sampaikan bahwa “hospitality” sangat penting di dunia pendidikan maupun pariwisata.
“Kopi Gombengsari memang aroma citaranya mantap dan menjadikan perasaan hati menjadi hepiiiii !!!”
(By Aekanu – Kiling Osing Banyuwangi)
