Oleh : Yahya Aziz.
Inilah catatan penting wawasan ceramah agama KH Hasyim Muzadi pada acara HALAQOH KEBANGSAAN, PCNU Kabupaten Purworejo. Tantangan yang dihadapi oleh umat Islam Indonesia.
Setelah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) jadi presiden pada tahun 1999, ada peristiwa besar di dunia dan di Indonesia.
Apa peristiwa di dunia ?
Di dunia ada peristiwa KOMUNISME INTERNASIONAL yang dipimpin oleh Uni Soviet dan RRC, sedangkan komunis di Eropa dipimpin oleh Eropa Timur, negara Polandia.
Blok barat ada sendiri, dipimpin oleh Amerika. Ketika itu blok Barat dan Timur bermusuhan, komunis lahir tahun 1922, empat tahun sebelum lahirnya N U dan delapan tahun setelah lahirnya Muhammadiyah. Lahirlah di dunia ini KOMUNISME.
Komunisme bergerak begitu cepat dan dahsyatnya, ratusan ribu orang mati di dunia, akhirnya 1992 kalah.
Komunisme ini bertarung dengan barat, kekalahan ini bukan dengan senjata, kekalahan ini dengan mengubah MINDSET ( cara berfikir ), bahasa Arabnya disebut GHAZWATUL FIKRI ( perang pemikiran ).
Jatuh disitu, Uni Soviet kalah, karena banyak orang barat yang menjadi ketua partai komunis di China namanya DENG XIOPING, yang di Uni Soviet namanya GORBACHEV, yang di Eropa barat namanya LECH WAMENSA… rontok dan hancur.
Ketika komunis rontok… hancur pada tahun 1992, dalam hati saya berbicara : ALHAMDULILLAH…..” musuh ummat Islam tinggal satu, yang satu semoga segera hilang, mudah mudahan yang satu segera mati.
Tapi yang terjadi tidak seperti yang kita bayangkan, yang Timur kalah dengan Barat, yang Timur bergabung dengan Barat, yaitu :
“Membuat konsep menyerang kaum muslimin dan ummat Rasulullah Saw”
Ini yang banyak tidak diketahui oleh banyak orang, karena memang sedikit orang yang berani memberi informasi ini.
Lo pak Hasyim kok berani, ya karena saya tergolong sudah sepuh (tua) saya tidak menginginkan apa apa.
Saya ingin dari perkara yang HAQ menuju HUSNUL KHATIMAH, ini harus diketahui dan dibongkar.
Akhirnya pada tahun 1997, selisih 6 tahun, di Barat itu ada buku yang berjudul : CLASH OF CIVILAZATION di tulis oleh : Samuel Huntington.
Buku ini isinya bahwa Barat dan Timur Tengah tidak mungkin bisa bersatu, isinya mereka akan perang.
Jadi menurut saya itu bukan CLASH OF CIVILAZATION, tapi CLASH OF INTEREST AND PROXY WAR. Nah buku ini menurut saya bukan menjelaskan, tapi mengancam.
Apa yang terjadi setelah itu ?
Tahun 2001 New York dibom, Pantagon di Washington juga dibom, akhirnya ( gedung ) WTC Pentagon juga dibom.
Akhirnya diputuskanlah yang ngebom ini ALQAIDA, pokok nya ALQAIDA.
Tapi yang diserang bukan Al-Qaida tapi IRAQ, padahal Al-Qaida ini tempatnya di Afghanistan.
Nah IRAQ diserang dua kali, diserang pertama kali tidak jatuh, diserang dua kali oleh militer akhirnya jatuh.
Maka Saddam Hussein digantung, karena Saddam Hussein itu di setiap kota membangun patung dirinya dan menuding nuding ISRAEL, ini yang membuat marah Israel.
Israel ditunjuk tunjuk menantang, tidak hanya berhenti disitu, ada lagi namanya ARAB SPRING, mereka meruntuhkannya tidak dengan militer, tapi melalui persepsi pemikiran.
Kalau ini diktator ya diberi DEMOKRASI, yang miskin ya diberi UANG, yang penting ada PEMBERONTAKAN disitu. Nah ketika sudah berontak, finishing nya dari Barat. ( Adu domba )
Yang menyedihkan adalah Syiria, Irak itu tempatnya sejarah, semua gedung gedung perpustakaan ATTUROTS ( kitab kitab khazanah keilmuan ) dibakar semua di sana, tetapi kalau Syam adalah tempatnya ulama kaliber dunia dan itu Ulama AHLUSSUNAH WALJAMAAH.
Sekarang ini yang menyerbu bukan Barat atau Timur, mereka semua ikut menyerang, maka 250 orang meninggal dan 100 ribu mengungsi dan dalam kondisi terlantar. Tidak pernah Islam mengalami kesedihan seperti ini semenjak zaman nabi Muhammad Saw.
Pertanyaan nya sekarang, mungkin kah kesengsaraan ini masuk di Indonesia….?
Mudah mudahan tidak, akan tetapi siapa yang bisa menjamin tidak mungkin….? Kenapa…?
Tepat pada tahun 2001 waktu Amerika di bom. Ini peristiwa yang terjadi di Indonesia…. yaitu :
“UUD 1945” kita diubah, empat kali ada perubahan.
Setelah diubah apa yang terjadi….?
Semua IDEOLOGI, PETA POLITIK, RADIKALISME, TEROR,… masuk secara bebas.
Maka dulu, zaman (Presiden Soekarno-Soeharto) Islam itu hanya 2, kalau gak N U ya MUHAMMADIYAH.
Tapi sekarang yang sudah masuk ke Indonesia :
1. Syiah
2. Khawarij
3. Hizbut Tahrir ( HT ), khilafah
4. Ikhwanul Muslimin dari Mesir
5. Dan Wahabi.
Dan mereka sekarang mulai menggusur N U dan mulai menggusur sekolah sekolah N U.
Padahal mereka ke sini tidak hanya membawa agama, tapi membawa SISTEM POLITIK masing-masing, ini yang saya sebut TRANSNASIONAL.
Sistem politik yang mereka bawa ke sini bertentangan dengan PANCASILA dan UUD 1945.
Disini sumbunya, tinggal siapa yang menyalakan korek apinya, kenapa mereka dibebaskan masuk ke Indonesia….?
Dibebaskan nya itu ada suuddon dan husnuddon saya. Husnuddon saya Indonesia berkeinginan untuk ber DEMOKRASI. Tapi suuddon saya, kok semua IDEOLOGI yang bertentangan ( Pancasila ,UUD 1945 & NKRI ) silahkan untuk berkembang ?
Apa menunggu besarnya, supaya berkelahi masing-masing kelompok ummat Muhammad Saw.
Saya sering ketemu polisi, ini bahaya pak polisi….
Syiah itu kalau masuk memang sabar, tapi kalau sudah sama besarnya dengan Sunni, akan mengadakan perlawanan dan pemberontakan.
Itu terjadi di Yaman Utara, Yaman Selatan, juga terjadi di Turki, juga terjadi di negara negara Teluk dan yang terjadi di Syiria sekarang.
Di Syiria sekarang mengapa terjadi peperangan antar warga nya ? Karena penduduknya sunni, presiden nya Syiah…. Dibenturkan….diadu domba…
Sebenarnya Syiah dan Sunni sejak dahulu sudah ada ? Yang mengherankan saya kenapa baru sekarang mereka berperang….
Siapa yang memerangkan mereka ..?….( Adu domba )
Tapi Alhamdulillah orang N U tenang, sebab tidak mengetahui apa apa.
Orang tenang itu ada 2 : Taqorrob ila Allah, atau karena tidak tahu masalah.
Yang berani bicara sendiri ini, hanya saya mana yang lain ?, Mana partai partai politik yang berdasarkan Islam ?, Mana para pengurus yang lain ?
Kenapa semuanya tutup mulut terhadap keadaan seperti ini ?
Lalu saya berijtihad secara pribadi, benar atau salah…. ummat Islam di Indonesia harus di-KHITTOHKAN, sebab kalau tidak ada tangan jahil (kotor) yang mempertentangkan mereka saling berontak sesama agama dan sesama anak bangsa.
Suatu ketika pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia datang ke rumah ( pak Ismail Yusanto), bagaimana ini pak Hasyim…?
Pak ismal sudahlah Anda kalau di Indonesia :
1. Anda tidak perlu membawa KHILAFAH, tidak usah membawaanti NKRI, anti Pancasila, nanti Anda malah kerepotan.
2. Anda akan dibenturkan dengan sesama muslim di Indonesia, Anda bisa berbenturan dengan Banser, Kokam dll.
3. Anda di Indonesia berdakwah saja, mengajarkan agama yang rahmatan Lil alamin.
Mengapa ini saya rem ? Sebab kalau tidak pasti akan menjadi perang sesama muslim di Indonesia. La kalau kita bermusuhan sesama muslim bagaimana ?
Setelah itu muncullah ideologi komunis di Indonesia, komunis itu RADIKALISME INTERNASIONAL MURNI tapi tidak berkarakter Islam.
Kalau Hizbut Tahrir belum mencoba untuk memberontak di Indonesia, tapi P K I sudah dua kali yaitu tahun 1948 dan 1965.
Tahun 1965 yang diperlihatkan hanya korbannya saja, la kyai-kyai yang dibunuh dari tahun 1962 seperti apa ?
Tetapi karena mereka didukung oleh dua blok tadi, menjadi kuat. Kalau dulu yang mendukung hanya Amerika, pasti tidak senang PKI tapi sekarang tidak bisa seperti itu.
Saya bertanya kepada polisi …pak polisi kenapa ini tidak bisa dicegah ?… kita tidak memiliki payung hukum nya pak Hasyim…!
Jadi polisi tidak bisa mencegah bentrok sebelum ada yang memukul, kalau sudah babak belur baru ditangkap.
Jadi polisi hanya menangkap yang sudah babak belur, tidak diberi kekuatan WIQOYAH ( kewenangan ) untuk mencegah.
Kenapa DPR belum membuat undang-undang ini, ternyata mereka punya kepentingan pribadi….ya itulah Indonesia.
Jadi saya heran, ada Banser marah marah dengan Hizbut Tahrir, ya memang salah ( HTI) karena membuat khilafah, mereka menentang Pancasila.
Seharusnya anak bangsa ini mendapat pencerahan tapi mereka hanya belajar dari kasus, inipun tidak bisa tuntas.
Biasanya, hebat nya komunis itu kalau muncul akarnya sudah di tanam ke semua jurusan.
Oleh karena itu kita memiliki RADIKALISME di kalangan umat Islam ( Syiah, HT, ISIS, Ikhwanul muslimin, Wahabi ) dan kita juga memiliki RADIKALISME di luar Islam ( komunis).
Dan hal tersebut sudah sampai di sini.
Apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi ini semua :
1. Saya minta pada pimpinan pondok, apabila ada santri santri nya sudah tamat untuk diutus mengajar di musholla, sekolah sekolah, majlis ta’lim supaya ada pengajian nya.
Kitab kitab yang diajarkan yang ringan ringan saja : tajwid, sullamut Taufik, safinatunnajah, aqidatul awwm dan tafsir jalalain.
Untuk menutup RADIKALISME dari akarnya, sebab mereka masuknya dari sini.
2. Kalau ada bentrok atau akan terjadi benturan, awas jangan dilayani bentrokan itu. Serahkan kepada pihak berwajib untuk ditangkap, ada yang provokasi pakai kaos PKI, bendera tauhid.
Biar diurus oleh TNI polri.
Hal tersebut bisa dicegah kenapa ? Kalau kita diganggu konsultaskan ke aparat negara
Kalau Anda melayani provokasi mereka kemudian terjadi bentrok maka musuh yang sesungguhnya umat Islam…. musuh anak cucu bangsa akan hadir di Indonesia dengan kekuatan yang luar biasa.
Firman Allah surat Annml 27:34 :
“INNAL MULUKA IDZA DAKHALUU QARYATAN AFSADUUHAA WAJAALUU AIZZATAN AHLIHAA ADZILLATAN WAKADZALIKA YAFALUUN”
“Sesungguhnya raja raja apabila menaklukkan sebuah negeri mereka tentu membinasakan nya dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina dan demikian mereka yang akan perbuat”
Almaidah 5 : 105
“YA AYYUHALLADZINA AAMANUU ALAIKUM ANFUSAKUM LA YADLURRUKUM MAN DLOLLA IDZAHTADAITUM ILA ALLAH MARJIUKUM JAMIIAA FAYUNABBIUKUM BIMA KUNTUM TA’LAMUN”
” Wahai orang-orang yang beriman, Jagalah dirimu, karena orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu semua akan kembali, kemudian Dia akan menerangkan kepada mu apa yang telah kamu kerjakan”
Dulu hitungan kita kalah ( perang kemerdekaan) tapi Allah SWT menyelamatkan kita, keselamatan itu dari mana ?
Dari KEIKHLASAN DAN PERJUANGAN….
Semoga Allah melindungi kita semua… Amin…
Barakallah…
“Penulis buku Para Kyai Pejuang Kemerdekaan dan Menara Madinah com”
