Ki Pamoedji Sindu Raharjo, Seniman Panggung KPM PKH

Kediri-menaramadinah.com-Tanpa terasa Mbah Pamoedji, seniman panggung era 60-an, yang juga pernah aktif diberbagai kelompok kesenian antara lain; Ketoprak Siswo Budoyo, Ludruk RRI Surabaya, Ludruk Kopasgad Trisula Darma, juga menjadi dalang wayang kulit juga wayang krucil. Mbah Pamoedji, adalah termasuk seniman serba bisa, seminggu yang lalu sudah 100 hari dari meninggal nya.

Diakhir usia senjanya, beliau tinggal berdua dengan istri tercintanya Ibu Nanik Candra, di Kauman Ds. Kandangan, Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri, menempati rumah yang sangat sederhana. Sesungguh beliau berdua adalah seniman panggung hebat.

Penulis bertemu dengan beliau berdua saat mendampinginya sebagai KPM PKH. Penulis sangat terkesan, tutur bahasa halus, bahasanya indah, sikapnya sopan dan ramah. Sesungguhnya beliau itu bukan seniman bisa, tetapi masih berdarah biru, hal ini masih sangat terasa sekali sisa dan bekas ke priyayi an nya dalam tutur bahasa dan sikapnya yang santun.

Penulis sangat bersyukur berkesempatan mendampingi beliau disisi lain juga belajar dari beliau berdua khususnya dalam seni budaya. Mbah Pamoedji banyak me inspirasi untuk bidang sejarah juga .

Disela-sela tugas menjadi pendamping PKH yang banyak berinteraksi dengan masyarakat membutuhkan kemampuan seni ber- komonikasi yang cukup baik.

Mbah Pamoedji menjadi salah satu sumber belajar khususnya bahasa dan tata krama orang Jawa, sangat membantu penulis.

Walaupun sekarang sudah tinggal kenangan, namun apa yang pernah disampaikan kepada penulis bisa menjadi butiran-butiran mutiara yang indah dalam lautan ilmu.

Mbah Pamoedji, mugi Gusti Allah SWT, tansah amaringi berkah lan rahmat Ipun katur dumateng panjenengan.

Sore ini penulis mengenang seratus hari dari wafat beliau.
Nur Habib