Ziarah Makam Syekh Abdullah Mursyad dan KH. Hasan Alwi Kediri

Kediri.MenaraMadinah.Com. Tim Blusukan Maqbaroh ( TBM ) dari media online ini mengadakan perjalanan ziarah menuju makam dua tokoh penyebar Islam di wilayah Kabupaten Kediri pada Sabtu , 18 September 2021.

Destinasi makam yang pertama diziarahi adalah maqbaroh Syekh Abdullah Mursyad di Setono Landean Bakalan, Grogol. Menyusul tujuan selanjutnya adalah maqbaroh dari KH. Hasan Alwi di Dusun Margosari RT .05 RW. 02 ( belakang Masjid Hasan Alwi ) , Banyakan , Kediri. Berikut ini uraiannya :

* Makam Syekh Abdullah Mursyad *
Maqbaroh Syekh Abdullah Mursyad merupakan salah satu objek wisata religi yang menarik banyak kunjungan peziarah dari Kediri dan dari luar Kediri , bahkan dikunjungi juga oleh banyak peziarah dari luar provinsi. ” Paling ramai tiap malam Jum’ at mas , ramai sekali makam ini oleh peziarah dari berbagai daerah , ” tutur seorang ibu pemilik warung kopi bernama Amalia yang berjualan tidak jauh dari lokasi parkir .

Awalnya , makam Syekh Abdullah Mursyad terletak di area Pabrik Gula Mrican, lalu dipindahkan ke Bakalan sebab dalam kawasan pabrik gula yang dibangun sejak masa penjajahan Belanda itu sedang ada proyek pembuatan kanal – kanal.

Selain dikenal sebagai ulama besar yang melakukan dakwah lewat tarbiyah dan seni, Syekh Abdullah Mursyad juga memiliki ilmu hikmah dan kanuragan yang mumpuni.

Dengan keilmuannya yang tinggi , Syekh Abdullah Mursyad berhasil menaklukkan Maling Gendiri yang mempunyai Ajian Boncolono .

* Makam KH. Hasan Alwi *
Lokasi makam KH. Hasan Alwi berada di belakang Masjid Hasan Alwi Dusun Margosari RT. 05 RW.02 Desa Banyakan , Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.

Dia adalah putra dari Pangeran Diponegoro , pemimpin Perang Jawa ( The Java War ) yang berjuang melawan kolonialisme Belanda dari tahun 1825 – 1830 .

KH.Hasan Alwi adalah orang tua dari KH. Arif . KH. Arif memiliki putra yaitu KH.Badrus Arif yang merupakan pendiri Pondok Pesantren ” Al – Hikmah ” Purwoasri , Kediri.

Adapun manuskrip yang menerangkan bahwa KH. Hasan Alwi adalah putra dari Pangeran Diponegoro tersimpan di Pondok Pesantren ” Miftahul Ula ” Nglawak, Kertosono , Nganjuk.

Di manuskrip tersebut tertera tanda tangan Rois Akbar Nahdhlatul Ulama Hadratussyaikh Hasyim Asy’ ari.

” Ziarah ke makam para tokoh ulama ataupun para wali tidak hanya mencakup aspek religi , tetapi juga mencakup aspek edukasi khususnya histori ( sejarah , red ) , ” ujar Teguh Santoso Al- Farie , S.Pd yang merupakan pecinta ziarah sekaligus seorang guru SD di wilayah Saradan .
@ Bro – J