IMAN & KENANGAN
: curhat pagi Mashuri
apa yang kita cari dari puing-puing
masa lalu, kecuali rindu membatu di ingatan
jalan panjang
pulang
sunyi
memori
–meski lekuk dan labirin kerap
menjebak kita ke ceruk perigi gelap
dan kita terperangkap
mungkin kita penjelajah kesepian, cinta
melumuri kini dengan mangsi jingga
walau dalam palung dada, melingkar ular
lintah, atau jelaga
sisa pembakaran
percakapan
api, asap, dan kembarannya
kerna di depan hanya tersaji bayang-bayang
cahya
tanpa rumus aritmatika
dan topeng itu, pupur itu
mungkin pelindung kita dari sengatan
kilat mata
kerna kita ingin nyala
tapi wajah kita sepucat jasad
menjelang kremasi
–kerna dalam mimpi
kita menyimpan rahasia-rahasia sepi
: bilik yang sering kita kunjungi
ketika jemari hari-hari setajam pahat
membuat diri terserpih
tersayat
mungkin kita adalah pasien abadi
di ranjang, yang kita imani sebagai
kenangan
MA
On Sidokepung, 2021
Ilustrasi jepretan kru RRI. Nggedabrus tentang tradisi lisan dengan Om Balok, beberapa waktu lalu.
