Abah Rahman,Kyai Kampung Yang Merawat Petilasan Syekh Sulukhi di Jegong Wilangan

Nganjuk.MenaraMadinah.Com,Sosoknya tenang,berwibawa ,dan rendah hati.Dialah Abah Rahman(61 tahun) ,seorang kyai kampung dari Dusun Jegong ,Desa Wilangan,Kecamatan Wilangan,Kabupaten Nganjuk.


Sudah bertahun-tahun lamanya Abah Rahman yang semasa muda pernah belajar ilmu agama pada Kyai Kholil (Ponpes Semanding Bandungan Saradan) merawat petilasan dari Syekh Sulukhi yang lokasinya terletak didepan SDN Wilangan 04.
Petilasan tersebut berupa sebongkah batu besar yang pernah dipakai Syekh Sulukhi sebagai alas sholat atau batu pasujudan.
Disekeliling batu pasujudan itu telah diberi pengaman yaitu pagar tembok dan pintunya terbuat dari besi.
Tiap tahun,para warga setempat mengadakan acara slametan bersih desa atau nyadran di petilasan yang sekitarnya terdapat beberapa pohon besar ,mushola”Roudhotus Syifa’ ,dan TPQ”An-Nur”.
Selain merawat Petilasan Syekh Sulukhi yang pernah dikunjungi Gus Dur sebelum dan setelah menjadi presiden,Abah Rahman yang setahun sekali rutin bertirakat di Gunung Jabalkat Klaten juga merawat puluhan makam para pengikut dan rekan perjuangan Syekh Sulukhi yang terdapat didalam,disamping ,dan belakang rumahnya .Diantaranya adalah makam Eyang Jolo Sutro,Eyang Joyo Sastrodimejo ,dan Eyang Dipo Sumowijoyo .Imam dari mushola “Baiturohman ” Dusun Jegong tersebut pernah pula menemukan sebuah makam tua yang tidak jauh dari Awar-awar yaitu makam Mbah Kramat .
Dari versi beliau tentang Syekh Sulukhi,dia adalah seorang pendakwah dari Negeri Turki yang mempunyai nama asli Jamaluddin Al-Ayubi ,bergelar Pangeran Alas dan Pangeran Angin.Dijuluki Pangeran Alas sebab Syekh Sulukhi sering masuk dan keluar hutan dalam pengembaraannya dan disebut Pangeran Angin karena Syekh Sulukhi memiliki karomah atas ijin Allah yaitu dia
mampu menggerakkan dan mengirim benda -benda dari jarak jauh lewat angin .Wallahu’alam.#Bro-J#8012021#