
Oleh : KH. MUHAMMAD DHIYAUDDIN KUSHWANDHI.
Tadi malam usai ngaji rutin Tashawuf malam juma’at, tiba 2 seorang santri baru dari jawa tengah bersimpuh dan bertanya.
Wahai Abuya katanya
Apa ada natal dalm tashawuf.
O putraku
Natal itu artinya kelahiran.
Dlm ilmu tashawuf di kenal ada 2 kelahiran manusia yaitu;
Kelahiran jasadi yakni kelahiran bayi dari rahmi ibu,dan
Kelihan rohani yakni kelahiran murid dari rahim Sang guru.
Apa syarat kelahiran rohani bagi murid? Tanyanya lagi?
Analog dg kelahiran bayi yg berarti keluar dari 3 kegelapan yg berlapis yaitu selaput bayi,rahim dan perut ibu (az Zumar ayat 6.
Maka begitulah kelahiran rohani bg murid hanya.mungkin jika ia bisa keluar dari 3 kegelapan rohani yaitu SOMBONG DENGKI DAN RIYA’ yg membelenggu jiwanya
Ketahuilah sombong ,dengki dan riya adalah cabang dari ANANIYAH/egoisme, karnanya adalah termasuk SYIRIK KHOFY/syirik yg terembunyi yg menjadi Hijabul A’dhom antara hamba dg Tuhan.
Seorang murid jika bisa keluar dari 3 legelapan rohani tsb berarti ia tlh mencapai QOLBUN SALAIM dan kedaan hati inilah hekekat dari IDDULNFITRI yg sesungguhnya.
Apa tanda seorang murid yg tlh lahir secara rohany?
Ketika seorang murid mencapai QOLBUBSALIM maka tiada yg tumbuh secara optimal dari hatinya selain fitrah CINTA pda Allah tanpa syarat dan batas yg terekspresi dalam kasih sayang kpd sesama makhluq tanpa syarat dan batas.
Sehingga dg cintanya secara vertikal dan horisontal tsb maka jadilah ia murid yg lulus sbg seorang MUHSIN / The best Human.
MUHSIN MAAL KHOLIQ dan
MUHSIN MAAL MAKHLUQ/ baik kpd Allah dan juga baik kpd semua makhluk.
