Blackbeard Bajak Laut Paling Populer di Inggris

 

BLACKBEARD merupakan tokoh paling terkenal pada masa keemasan bajak laut pada akhir tahun 1600 hingga pertengahan 1720 an. Riwayatnya populer karena penjarahan kapal sampai memblokade kota Charleston selama hampir 1 minggu. Berikut ini laporan Zain Anis

Gubernur Virginia, Alexander Spotswood memerintahkan Maynard untuk melacak BLACKBEARD dan anak buahnya di pulau Ocracoke, Carolina Utara.

Armada Maynard berlayar dari Williamsburg pada tanggal 17 November 1718, menyusuri sungai James. Maynard berlayar dengan 2 kapal sekoci bernama Ranger dan Jane yang bisa bernavigasi di perairan dangkal Pamlico Sound.

Kapal Ranger berkapasitas 25 orang dan Jane kapasitas 35 orang. Kapal-kapal itu melaju tanpa meriam sehingga pasukan Maynard harus bergantung pada senjata pribadi mereka untuk menghadapi kapal musuh dengan bersenjatakan meriam lengkap yang siap digunakan.

Menjelang sore pada tanggal 21 November, kapal Maynard setelah sampai pada ujung selatan Pulau Ocracoke. Mereka segera memata-matai dua kapal jangkar kecil milik BLACKBEARD yang tengah menghadap Pamflico Sound.

Menjelang malam, Maynard menjangkarkan kapal Ranger dan Jane untuk bermalam.

BLACKBEARD tidak menyadari bahwa ia sedang diintai oleh Armada angkatan laut bersama 20 anak buahnya, Dia menghabiskan waktu untuk minum minum dan berpesta pora bersama pedagang lokal bernama Samuel Odell.

Pagi berikutnya, lautan sangat tenang dan angin berhembus kencang. Satu-satunya suara yang terdengar adalah suara burung-burung yang menerangi lautan. Pada pukul 9, Maynard memerintahkan kapal Ranger untuk membuka jalan menghampiri dua kapal BLACKBEARD.

Kemudian kapal Jane mengikutinya dari belakang dan melemparkan muatan yang berat kelautan untuk meringankan beban. Kedua kapal itu segera mengepung Armada BLACKBEARD. Namun serangan kejutan itu gagal.

Walau dengan kondisi mabuk, anak buah BLACKBEARD menyadari keributan di sekitarnya. Karena tahu akan diserang, BLACKBEARD memerintahkan anak buahnya untuk segera berlayar. Para perompak itu mulai menembaki kapal yang mendekat untuk mengintimidasi mereka.

Tampaknya rencana BLACKBEARD iyalah untuk keluar dari area yang baru saja dimasuki oleh pasukan angkatan laut Inggris. Pertempuran di perairan pun tak terelakan.

Kapal Jane tempat berada di belakang BLACKBEARD. Ketika posisinya berada di dekatnya ada percakapan singkat antara Maynard dan BLACKBEARD pada catatan koran lama Boston Newsletter di halaman Time.

“Pada salam pembuka kami,” tulis Maynard.

“BLACKBEARD mengutukku dan orang-orang ku, yang iya na makan anak-anak anjing yang menangis tersedu-sedu,” catatan Maynard di halaman Time (21/11/2018).

Pembicaraan selesai, BLACKBEARD melepaskan meriam yang menewaskan komandan kapal Ranger dan melukai 5 orang lainnya. Memaksa kapal Ranger untuk mundur dari pertempuran.

Tembakan dari bom itu juga mengenai Kapal Jane. Namun mereka tidak mudah menyerah. Mereka memotong tali layar dan bersembunyi di bawah geladak. Maynard tidak hanya mundur untuk keluar dari bahaya. Tapi juga mempersiapkan jebakan.

Sebelum bersembunyi di kabin buritan kapal, Maynard memerintahkan nahkodanya untuk tetap mengawasi pergerakan BLACKBEARD. Jika rencana ini Berhasil, maka para bajak laut itu akan mendatangi kapalnya dan masuk dalam perangkap.

Melihat geladak kapal Jane tidak ada orang, BLACKBEARD berfikir bahwa meriamnya telah mematikan mereka. Artinya pertempuran di menangkan oleh BLACKBEARD.

Segera, BLACKBEARD melemparkan tali dari kapalnya ke kapal Jane untuk menyambungkan nya. Setelah BLACKBEARD berada di atas kapal Jane, nahkoda langsung memberi isyarat pada Maynard dan pergi ke geladak utama. Seketika pertempuran berlangsung.

Selama 6 menit terjadi huru-hara. Mereka saling tebas, mendorong dan menembak satu sama lain dari jarak dekat. Dengusan dan jeritan berbaur dengan suara baja yang saling beradu dan bubuk mesiu yang meledak.

Ketika asap menghilang, BLACKBEARD yang hebat pun terbaring mati dan sisa anak buahnya di kapal Jane tewas dan terluka parah. Pada waktu yang hampir bersamaan kapal Ranger tiba dan menaiki kapal BLACKBEARD untuk menghantam sisa-sisa anak buahnya.

Bajak laut yang kehilangan keberaniannya melompat Kelautan. mereka tidak bertarung sampai akhir dan ditembaki dalam air saat mencoba melarikan diri. Saat itu tak ada satupun perompak yang selamat.

Menurut Maynard, tidak ada anak buahnya yang “mati sebagai pahlawan”. Banyak dari mereka terpotong-potong dan hancur berantakan.

Secara keseluruhan, sekitar 10 prajurit angkatan laut tewas. Demikian juga hampir seluruh anggota BLACKBEARD tewas. Walaupun tidak ada kesepakatan jumlah korban tewas yang pasti dalam beberapa catatan sejarah.

Maynard mengambil 9 tahanan bajak laut, tiga di antaranya berkulit putih dan sisanya berkulit hitam. Salah satu yang terluka adalah pedagang Samuel Odell yang mengunjungi BLACKBEARD untuk berpesta dan terjebak dalam pertempuran.

Meskipun Samuel Odell bertempur di pihak bajak laut, Maynard berhutang Budi padanya. Karena dia yakin kalau bukan karena Samuel Odell, akan lebih banyak anak buahnya yang tumbang.

Sebelum pertempuran dimulai, BLACKBEARD menginstruksikan salah satu kru-nya, seorang kulit hitam bernama Caesar untuk meledakkan kapal jika bajak lautnya dikalahkan. Caesar saat itu sudah siap nyalakan api. Namun Samuel Odell dan salah satu seorang awaknya justru merebut api dari tangannya.

Kematian BLACKBEARD adalah salah satu peristiwa yang paling terkenal dalam sejarah bajak laut. Tentang bagaimana cara dia dibunuh pun masih dalam perdebatan.

(*)