Oleh :Musthofa Zuhri
Biasanya, disebagian besar masjid dan mushollah di desaku, jika musim ramdhan selalu ingin menunggu bunyi suara BEDUG.
Doeloe, mendekati awal ramadhan , para anak muda menyiapkan betul peralatan bedug dan ditabuh tepat h-1 ramadhan atau h-1 hari raya “idain”. demikian juga sehabis sholat trawaih.
Bunyi bedug bertalu2 menandakan besuk umat islam puasa, hari raya atau sholat trawaih usai.
Sehabis sholat trawaih atau mendekati jam 0.2.00 pun, bedug selalu ditabuh untuk memberi kode jika waktu sahur sudah tiba, dan kalau sudah bedug dibunyikan para emak emak secara spontan bangun lalu ada yang memasak untuk nyiapkan santap sahur, atau ada juga yang mem bangunkan anak – anaknya agar segera ambil wudlu, dan sholat tahajut .
Dan sekitar 02.30 bedug ditabuh pun dihentikan, untuk nikmati santap sahur. Suasana di Desaku pun khusuk, sunyi dengan aktifitas sahur didalam rumah atau, dengan secara bersama sama “para pemuda sahur di emperan musholla”.
Indah sekali suasana tempo doeloe. Entah sekarang ini, aku belum mengeceknya. Karena aku sudah “trans” didaerah lain. Lebih – lebih suasana Negara lagi terkena Musibah Covid 19, meski di Desa ku termasuk bagian dari zona hijau. Bisa jadi , tradisi “tabuh beduk” sudah punah Atau bahkan makin meriah dengan model lain ?
Sejauh yang saya dengar , tradisi itu masih ada, meski tak se meriah tempo doeloe.
Budaya tabuh bedug yang sudah hampir tak terrdengar itu, kemungkinan, pemuda kita banyak yg telah atau mungkin mengekspresikan dg bentuk lain?Suara kaset , atau suara tik tok dengan ragam narasi yang lebih unik?Mungkin mereka sudah bosan dan lebih asik dengan main game on line, bahkan menggeser suasana ritmis bunyi bedug dengan ledakan MERCON yang memekikkan sekaligus memekakkan telinga??.
Itu juga sebuah pilihan dari generasi muda hari ini.
Kalo saya harus memilih, saya ingin mempertahankan bunyi bedug utk hormati ramadhan maupun hari raya..
Karena bedug telah mampu menggemakan suasana ritnis keagamaan kita. Ia menggelegar, di pondasi jantung para anak – anak untuk mengingat betapa bedug memiliki kenangan “yang susah dilupakan” sebagai kode bahwa romadhan dan atau hari raya akan dan telah tiba.
Bgm dengab anda???
Ach..bedug, riwayat mu kini!!
Marhaban ya Ramadhan….
