Calon Guru Pendidik Ummat

Oleh : Yahya Aziz


Diskusi menarik siapakah guru sejati kita?, itulah pertanyaan diantara guru guru peserta diklat ppg di FTK setelah viral video siswa meninggal di sekolah penerbangan dan siswa berani mencekik leher gurunya.
Adakah yang salah dari dunia pendidikan kita?, dahulu guru tidak mengenal teori pendidikan modern, buta teknologi, tidak paham apa itu perangkat pembelajaran, tapi murid muridnya tawadlu’ pada guru gurunya dan jadi semua.
Sekarang banyak pelatihan2 guru, guru mengenal teori pembelajaran modern, menguasai teknologi, lengkap perangkat pembelajaran nya (RPP, media, strategi, PTK, dll), tapi murid muridnya berani terhadap guru nya, merokok di kelas, kecanduan narkoba dan miras. Ada yang salahkah ?
Buku karya Syekh Musthofa At Thohhan berjudul Tarbiyah Alislamiyah inilah jawaban kami.
Pendidikan sekarang cenderung gagal, kegagalan ini banyak sebab, tetapi sebab utama (dalam pandangan Musthofa AtThohhan) adalah tidak adanya sosok pendidik robbani yang berkarakter, yang menanam benih cinta sebelum mulai mengajar, yang menganggap siswanya sebagai saudaranya, atau anaknya sendiri. Pendek kata wa ala kulli hal tak banyak yang mengenal kepribadian Rasulullah Saw dalam mendidik dan meneladaninya.
Nabi bersabda :
إنما بعثت معلما
“Sungguh aku diutus di dunia ini sebagai Guru”
Karena tidak lah aneh ketika pendidikan sejak awal bersanding dengan dakwah dan Rasulullah Saw sebagai lulusan MADRASAH ILAHIYAH, menjadi guru pertama dalam sejarah islam dan selanjutnya menjadi teladan bagi para pengajar.
Jadi guru sejati kita adalah Rasulullah Saw, Bagaimana rasulullah saw sebagai pendidik? dan bagaimana metode Rasulullah saw dalam mendidik?
Kepribadian Rasulullah Saw sebagai pendidik :
1. Sangat mendorong kegiatan belajar mengajar.
2. Berbelas kasih lagi penyayang.
3. Lemah lembut kepada murid.
4. Menghargai hak setiap orang tanpa pandang bulu.
5. Pendengar yang baik dan rendah hati kepada orang yang bertanya.
6. Berbicara dengan jelas,
7. Memilih cara yang paling cocok bagi pribadi murid,
8. Tidak membedakan para murid muridnya,
9. Mengajarkan secara bertahap,
10. Membalas kejahatan dengan kebaikan,
11. Membuka potensi bakat sahabat dan murid muridnya.
Inilah 11 kepribadian guru Rasulullah dalam mengajar kepada sahabat sahabat nya dan dalam berdakwah menegakkan tauhid di bumi tanah suci Arab.
Ke 11 pokok kepribadian Rasulullah sebagai guru itulah yang dipraktekkan oleh guru guru di pesantren Gontor Ponorogo.
Pesantren ini memakai sistem K M I ( Kulliyatul Muallim Al-Islamiyah )/ PERSEMAIAN GURU GURU ISLAM.
Pesantren ini mendidik calon calon guru agama Islam di bumi N K R I. Bahkan menurut almarhum Kyai Imam Zarkasyi ORANG BESAR itu adalah orang yang mau mengajar ngaji, niat LILLAHI TAALA, walaupun di tempat terpencil.
Guru adalah ruh segala galanya bagi murid. Harus TOTALITAS dalam mengajar dan mendidik santri.
Dalam rangka melahirkan generasi guru guru profesional, santri sudah diajari DARSUN NAQDI ( evaluasi pembelajaran), I’DAD TADRIS
( RPP), WASAIL IIDHOH ( Media Pembelajaran)
sejak kelas 4-5 ( sederajat kelas 1-2 SMA).
Adapun ujian AMALIYAH TADRIS ( Ujian praktek mengajar diujikan di kelas 6 ( sederajat kelas 3 S M A ).
Maka Anda lihat Guru guru di Gontor kalau mengajar rapi, berjas, berdasi, mempunyai persiapan matang baik’ lahir maupun batin.
Sedangkan kalau mengajar mengaji di asrama mereka para guru juga berjas dan bersarung.
Inilah PENDIDIKAN bagi calon calon guru masa depan.
Tulisan sederhana ini kami hadiahkan kepada seluruh Wali santri PROMINENT GENERATION yang besok 3-4 mei 2020 akan beryudisium.
Putra putri Andalah menjadi MUNDZIRUL QOUM…. Calon Guru dan pendidik Bangsa masa depan.
Barakallah….
Y A : wali santri PROMINENT GENERATION