Jakarta-menaramadinah.com’Majalah @ccess edisi 06 menampilkan cover utama Prof. Dr. Siti Zuhro, M.A, alumni Fisip Unej angkatan 1978, kini menjadi peneliti senior LIPI. Nama Prof Siti yang biasa dipanggil mbak Wiwik ini sering muncul di media TV nasional, seminar, diskusi publik sebagai narasumber. Memiliki brand kuat sebagai intelektual, pengamat atau pakar politik.
Untuk mewawancarai Prof Siti Zuhro, sudah disiapkan tempat pertemuan oleh mas Chusnul Maarif, Pemimpin Usaha Majalah @ccess, lunch di sebuah restoran mewah di Pasifik Place kawasn SCBD Soedirman. Booking ruangan khusus yang lebih privat. Selain itu, memang ada pembicaraan khusus terkait posisi Prof Siti Zuhro sebagai Koordinator Presedium (Korpres) KAHMI. Dalam informal meeting kecil ini, selain Prof Siti Zuhro, mas Chusnul Maarif, juga datang Sekjen KAHMI, Manimbang Kahariady, MSi. Mas Chusnul selain Pemimpin Usaha majalah @ccess juga aktif di kepengurusan KAHMI Nasional sebagai Wakil Bendahara. Saya dan mas Chusnul mendapat mandat yang sudah di SK kan oleh Presedium KAHMI Nasional untuk menyusun Buku 1.000 Direktory Tokoh KAHMI, disusun menjadi 10 seri 6 Buku.
Untuk penulisan buku, saya bersama Tim Buku mendapatkan dua SK, satu dari ketua PP Kauje Dr. Ali Masykur Musa, MSi, M.Hum, untuk menyusun Buku Tokoh Alumni Inspiratif. SK kedua dari Presedium KAHMNI Nasional. Sedangkan majalah @ccess tetap harus dijalankan dari edisi ke edisi, bagaimana mengelola dan mengembangkan di tengah derasnya disrupsi media cetak yang sangat berat mempertahankan existensinya. Harusnya media cetak melakukan reposisi kearah media digital, atau melakukan kolaborasi dengan media digital. Seperti apa yang dilakukan oleh keberadaan media cetak lainnya, misalnya Majalah Tempo dengan memperkuat Tempo.com, atau Koran Kompas dengan Kompas.com, atau Koran Sindo dengan Sindonews.com, atau Koran Jawa Pos dengan JPNN.com.
Entah kapan mungkin dapat dilakukan dengan meluncurkan majalah @ccess versi digital, misalnya @ccess.com. Dengan @ccess digital, akan dapat melakukan update berita kegiatan KAUJE setiap detik, setiap menit, setiap jam. Sebetulnya mas Chusnul selaku Pemimpin Usaha majalah @ccess sudah pernah merintis membuat majalah @ccess digital. Sebetulnya membuatnya sangat mudah dan murah, misalnya bentuk web site @ccess.com. Biaya pembuatan tidak lebih dari Rp.5 juta dengan rincian beli/sewa domain Rp.500.000 pertahun, sewa hosting Rp.800.000 pertahun, sewa mesin exelarator Rp.600.000 pertahun, yang lain untuk biaya web desainer.
Namun yang sering menjadi persoalan bukan membuat versi digitalnya. Membuatnya memang mudah dan murah, namun untuk menjalankan memerlukan SDM dan biaya operasional yang lumayan tinggi. Managemen media cetak dan media digital jelas berbeda. Sistem kerja juga berbeda. Media digital yang memerlukan update setiap saat, memerlukan admin yang siap melakukan update. Liputan berita lebih cepat, untuk itu diperlukan banyak reporter. Apalagi media digital saat ini, banyak mengandalkan video, perlu tenaga editing, membacakan narasi, melakukan share ke platfom medsos (IG, FB ) dan lain-lain. Untuk itu, perlu dukungan SDM dan peralatan serta berbiaya. Sedangkan media digital juga tidak mudah untuk mendapatkan cash in. Tergantung marketing, ahli IT, viewer, rank alexa, platform, jaringan kerjasma dengan banyak pihak.
Majalah @ccess edisi 06 juga nemampilkan cover dua Dr. Rahmad Hidayat, SE, MT, alumni FE 83, kini menjadi anggota BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji). Sejak mahasiswa saya mengenal Rahmad sebagai aktivis HMI. Memiliki kedalaman agama yang cukup istiqomah. Sejak mahasiswa dikenal sebagai ustad yang fasih membaca Quran. Hingga kini, Rahmad makin dikenal sebagai ustad berceramah dimana-mana. Selain doktor ahli Ekonomi Syariah, mengajar menjadi dosen di beberapa Universitas di Jakarta.
Saya mengajak Soraya untuk melakukan wawancara dengan Rahmad Hiayat di kantornya Gedung Jasindo di kawasan Tugu Tani. Namun sebelum pertemuan wawancara itu, saya pernah mampir di kantornya saat BPKH berkantor di kantor Kemendag Jl Thamrin.
Majalah @ccess edisi 06, masih juga didominasi beberapa berita profil alumni. Antara lainada profil Drs. Bambang Sudaryono, alumni Fakultas Sastra yang kin menjadi pejabat Kepala Kantor KNKT, di Kemenhub RI. Ada juga profil Dra Sri Hartatatik, alumni FKIP yang menjadi pengusaha properti di Malang. Ada juga profil M Khusnu, alumni Fisip yang bersiap berangkat ke Denhaag menjadi atase Perhubugan. Ada juga profil Tohir Afandi, MPA, alumniFKIP menjadi pejabat Bappenas. Ada juga profil Imam Suprapro, alumni FKIP yang kini menjadi pengusaha pabrik cat marka jalan. (BERSAMBUNG).
Singgih Sutoyo
Jurnalis Citizen
