Balada Pencurian HP. Adakah Dia Lebih Miskin Dari Kami

 

Masih soal hilang nya hp kami, malam minggu lalu. Bukan soal berapa harga hp itu. Harga itu relatif, besar bagi kami mungkin kecil bagi saudara. Atau sebaliknya, tergantung cantelannya.

Sehari sebelum tamu tak diundang itu datang, kami menulis tentang fenomena maling gentiri dan berandal lokajaya. Kisah tindak kejahatan pencurian akibat paceklik dan buruknya perekonomian rakyat kecil mass itu.

Lalu saat ini, malam itu, tamu datang pura” beli nasi goreng. Ditengah kelengahan kami menerima tamu lain, dia merogoh etalase dan mengambil hp yang ada disitu. Diam diam dia beringsut mundur dan lenyap dari posisi tanpa mengambil nasi goreng yang telah dipesan.

Kami bertanya , apa salah dosa kami sehingga hp satu satunya sebagai sarana komunikasi , iklan dan alat menulis berita itu lenyap diambil tanpa permisi.

Seorang kawan menyarankan untuk segera melapor politisi, lalu minta polisi lalukan deteksi lokasi barang itu (hp) . Asal hp dalam kondisi on, maka berdasar data IMEI posisi hp dapat diketahui keberadaannya , termasuk dimana titik Lokasi, lengkap slamat RT RW dan kampung atau kelurahannya.

Kami ini jurnalis, jiwa kami penulis. Andai si Bapak berperawakan tinggi langsing dan berhelm itu tau mungkin akan berpikir dus kali untuk mengambil hp tanpa izin alias men..ri.
Pertama kami bukan orang kaya, sehingga tak layak diambil hartanya.
Kedua HP itu satu satu nya senjata untuk menulis berita demi masyarakat yang butuh informasi . Lagipula HP itupun hasil jerih payah kreditan, baru saja lunas beberapa hari yang lalu.

Cuma segala macam pikiran itu kami naik turunkan, kami tarik ulur. Terbersit dalam pikiran kami, adakah orang yang lebih susah dati kami ini? Apakah bapak si pengambil hp itu lebih teruk nasibnya dati kami, sehingga nekat mengambil hp walau berpura pura beli nasi goreng?

Lagi soal lapor polisi dan minta dideteksi lokasi hp. Kabarnya polisi kira menangani kasus aduan +_ 300 per minggu. Adakah waktu pak polisi untuk mengurusi dan mengejar dan mengeksekusi hingga ketemu Hp itu?

Jika pun bisa jelas butuh waktu.
Bagaimana kalo HP itu sudah dipindah tangan, dilego uangnya untuk beli beras, obat atau alkohol dan hand sanitizer arau cairan disinfektan untuk menyemprot lingkungannya demi pencegahan virus corona covid-19?

Kami merenung panjang sambil mengambil sikap , terkendali antara melapor polisi dan mengikhlaskan hp hilang dengan berbagai dalih kesadaran dan kepasrahan .

Jika barang itu milikmu bagaimanapun juga akan kembali. Jika barang itu akan hilang , maka sejatinya barang apapun itu bukan milikmu. Hanya titipan.

Semoga HP itu dapat digunakan sebaik baiknya ditangan pemakai yang baru.
Teramat banyak kenangan dengan HP itu.
Foto foto, video dokumentasi dan liputan jurnalistik pun ada di situ.

Samsul Hadi
MenaraMadinah.Com
EshadiYudha.WordPress.Com