Laut Merah di Jeddah : Saksi Bisu 1000 Tahun Perjalanan Haji

“Diskusi seru di tanah suci tidak pernah habisnya”, ini yang saya alami sebagai jamaah haji “Bryan Makkah”, di sela-sela waktu habis beribadah di tanah suci.
Berikut laporan Ustadz Yahya Aziz dari Laut Merah Jeddah Arab Saudi kepada redaksi MenaraMadinah.Com.

Senin siang 8 juni 2026 tepat pukul 13.00 (1 siang) WAS jamaah haji Bryan Mekkah berkumpul di loby hotel Alaa berdoa bersama dipimpin KH.Imam Chambali, KH.Syukron Jazilan & KH.Ali Zainal.
Dari hotel Alalaa tempat kami menginap sampai ke laut merah jarak tempuh Mekkah – Jeddah 80 km.
Hotel kami ada distrik alaziziya nomer 309 sekitar 4 km dari masjidil harom.

Kami mendiskusikusikan “LAUT MERAH” sejak di kota Madinah bersama H.Moh.Afandi, H.Ubaydillah, H.Dedy dan H.Ngadiono.
H.Maulan, selalu melemparkan kuis pertanyaan kritis ke H.Moh Afandi diantara pertanyaan itu mengapa di kota Jeddah ada laut merah ? H.Ngadiono berkomentar “Yo biyen ono getihe menungoso be e” (ya dulu mungkin banyak darahnya manusia mungkin). Ha…ha…ha saya, H.Maulan, H.Moh.Afandi, H.Ubaydillah dan H.Dedy tertawa terpingkal-pingkal ini semuanya hiburan sampai lupa tinggal 4 hari lagi di tanah suci.
Saya pribadi salut sama H.Moh.Afandi masih muda seumuran dengan H.Ubaydillah & H.Dedi mereka kelahiran tahun 1976 an.
H.Moh.Afandi di Madinah berkali kali bisa ke roudhoh dan di Mekkah bisa umroh sunnah mandiri berkali kali mengumrohkan ayah ibunya dan mengumrohkan saudara saudaranya yang sudah meninggal
Arek asli Surabaya ini yang tinggal di kebonsari mempunyai fisik yang luar biasa prima.

Mengapa di Kota Jeddah ada “Laut Merah” ?
Ya itu sudah menjadi kehendak Allah menjadikan kota Mekkah sangat istimewa.
Laut merah dalam bahasa arabnya disebut ” ALBAHR ALAHMAR”, dalam bahasa Inggrisnya disebut : “RED SEA”, Orang Tiongkok menyebutnya : “HONG HAI”

Mengapa airnya merah ? dan disebut “LAUT MERAH” ?
Ya jelas gak merahlah, airnya tetap biru kehijauan seperti laut yang lainnya.
Ada 2 penyebab laut ini disebut “Laut Merah”, :
1). Pas meledak, memuncratkan ke atas permukaan laut bisa kelihatan merah agak kecoklatan.
2). Di sekitar laut ini ada bukit-bukit batu merah di sisi timur laut merah terutama dekat Arab Saudi memantulkan warna merah ke air pas sunset.

Bagaimana sejarahnya bisa disebut “Laut Merah” ?
Banyak sekali, laut merah itu jalur perdagangan internasional super tua.
Zaman raja Firaun merupakan jalur pelayaran Mesir buat merampok emas sekitar tahun 2500 SM.
Cerita terbelahnya laut merah ketika Bani Israil dikejar Firaun diyakini terjadi di ujung utara laut merah.
Dan disinilah ( laut merah ) Raja Firaun ditenggelamkan oleh Allah dan diselamatkan oleh Allah dengan jasadnya masih utuh tidak hancur. Silahkan buka QS Yunus [10] ayat 92.
Allah Akbar. Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

Apa keistimewaan laut merah ?
Jeddah merupakan pintu “GERBANG MEKKAH” & lautnya mempunyai 3 peran penting :
1). Peran ekonomi, pelabuhan Jeddah Islamic Port merupakan pelabuhan paling sibuk nomer 1 di Arab Saudi. 65% barang impor lewat sini, minyak, makanan, minuman, buah buahan sekarang lewat sini.
Ya sekarang yang sibuk Bandara King Abdul Aziz Jeddah apalagi di musim haji.
2). Peran haji & umroh, dulu tahun 1950an jamaah haji datang naik kapal laut bersandar di pelabuhan jeddah, makanya Jeddah disebut “ALARUSY ALHAROMAIN” yang artinya “PENGANTIN DUA KOTA SUCI”
3). Peran Wisata, laut merah Jeddah terkenal terumbu karangnya, airnya jernih sehingga menarik wisatawan asing datang khususnya dimusim haji .

Laut Merah : Saksi Bisu 1000 tahun Perjalanan Haji

Sejak Khalifah Utsman bin Affan menetapkan Jeddah sebagai pelabuhan Mekah abad ke-7 M, Laut Merah tak pernah berhenti bekerja.

Ia jadi jalan sunyi bagi jutaan jamaah dari Maroko, India, Nusantara, sampai Afrika. Dengan kapal layar, kapal uap, lalu kapal modern — semuanya pernah membelah ombaknya menuju Baitullah.

Laut ini kejam: panas, sempit, penuh terumbu. Banyak kapal karam di dasarnya. Tapi justru di sanalah iman ditempa pertama kali. Sebelum Arafah, jamaah sudah belajar sabar dan tawakal di atas airnya.

Kini pesawat menggantikan terbang di langit cukup 10 jam dari Surabaya Jeddah sudah di depan mata. Laut Merah hanya jadi garis biru dari atas.

Tapi tiap musim haji, ia tetap tenang seperti tahu tugasnya belum selesai: mengantarkan manusia dari dunia, menuju panggilan.
Dulu kakek nenek kita mau berangkat haji berbulan-bulan, sekarang naik pesawat dari Surabaya cukup 10 jam.
Fabiyyi Alairobbikuma Tukaddziban….
Nikmat mana lagi yang kau dustakan…
Semoga seluruh jamaah haji Bryan Mekkah hajinya Mabrur, dan ditakdirkan mendapat undangan lagi ke tanah suci.
Aamin…

Barakallah….