Wujudkan Pesantren Aman dan Ramah Anak: Mari Dukung Roadshow Gerakan Nasional PBNU Saka Pesantren.

 

Oleh: Imam Kusnin Ahmad SH.Jurnalis Senior Jawa Timur.

MENARA MADINAH – Saatnya kita bersama-sama mengawal masa depan generasi muda Indonesia dalam bingkai pesantren yang aman dan penuh kasih sayang.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Satuan Anti Kekerasan (Saka) Pesantren menggelar gerakan nasional “Pesantrenku Aman Ramah Anak” yang kini telah menyambangi empat provinsi, demi mewujudkan lingkungan pendidikan Islam yang bebas dari kekerasan dan ramah terhadap hak-hak anak.

Apakah Anda tahu bahwa Pondok Pesantren Al Yasini di Pasuruan, Jawa Timur, menjadi titik permulaan rangkaian pelatihan dan konsolidasi yang melibatkan ribuan pengasuh, ustaz-ustazah, musyrif-musyrifah, dan tentunya para santri?

Ini bukan sekadar seminar biasa. Ini adalah gerakan strategis yang akan mengubah wajah pesantren menjadi ladang subur bagi tumbuhnya jiwa-jiwa mulia yang dihormati, dilindungi, dan diasuh dengan penuh kehangatan.

Bayangkan bila setiap pesantren mampu mengimplementasikan pendidikan seksualitas yang sehat (tarbiyah jinsiyah), literasi media yang mencerahkan, dan pola asuh yang melindungi sekaligus menguatkan santri.

Bukankah ini langkah konkret demi masa depan bangsa yang gemilang? Ketua Saka Pesantren PBNU, Ning Alissa Wahid, mengingatkan betapa pentingnya kerja sama ini, karena pesantren harus menjadi tempat yang tak hanya menyalurkan ilmu, tapi juga menjamin rasa aman dan martabat setiap santri.

Namun, ini bukan tugas yang bisa dijalankan sendiri. Gerakan ini mengajak seluruh elemen pesantren dan masyarakat untuk bahu-membahu membangun mekanisme pencegahan kekerasan lewat deteksi dini, penanganan cepat, dan pelaporan terpercaya. Apakah Anda siap menjadi bagian dari perubahan positif ini?

Setelah sukses di Jawa Timur, roadshow ini mengarah ke Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, dengan target ribuan peserta yang siap belajar dan berkomitmen.

KH Hodri Arief, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU, menegaskan bahwa forum Halaqah Pengasuh Pesantren menjadi wadah penting bagi para pemimpin pesantren untuk merumuskan kebijakan perlindungan anak yang nyaman dan sesuai nilai Islam Nusantara.

Mari dukung pembacaan “9 Aksi Pesantren Aman”, deklarasi bersama, dan penandatanganan pakta integritas yang menjadi cerminan nyata komitmen seluruh pihak untuk menciptakan pesantren sebagai rumah ilmu yang ramah anak dan penuh penghargaan.

Saka Pesantren bukan hanya menghimpun para ahli dan konselor, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menangani pengaduan sampai memastikan penanganan tepat bagi korban.

Tugas mulia ini membutuhkan dukungan semua pihak untuk terus berkembang dan memberikan perlindungan optimal bagi santri.

Anda sebagai orang tua, pendidik, atau pemerhati pendidikan, mari ambil bagian dari perubahan ini. Bersama PBNU dan seluruh warga pesantren, kita bisa mewujudkan pesantren aman dan ramah anak, tempat di mana setiap santri tumbuh menjadi insan cerdas, berkarakter, dan terjaga martabatnya.

Jangan biarkan kekerasan dan ketidakadilan merusak masa depan bangsa. Sambut dengan semangat dan dukungan Anda gerakan mulia ini—karena melindungi anak adalah investasi besar bagi kemajuan Indonesia.*Wallahu A’lam Bisshawab*