
MEDAN–Kemenangan telak 3-0 Timnas U19 Indonesia atas Myanmar pada pertandingan perdana Grup A Piala AFF U19 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Senin (1/6/2026), menjadi capaian berharga. Namun, pelatih Nova Arianto mengungkapkan rasa kecewa atas performa anak asuhnya yang dinilai belum sepenuhnya memuaskan meskipun berhasil mengamankan tiga poin penuh.
1.Faktor Kekecewaan Pelatih Nova Arianto
Nova Arianto menyoroti adanya tensi gugup yang menghinggapi para pemain terutama di awal pertandingan.
Menurutnya, ketegangan ini menyebabkan turunnya kepercayaan diri hingga performa tidak maksimal sesuai potensi yang selama ini dilatih.
Kondisi nervous tersebut masih sering muncul pada pemain muda yang baru pertama kali menghadapi turnamen besar secara kompetitif.
Pertandingan perdana memang kerap menjadi ajang adaptasi sekaligus ujian mental bertanding. Nova memahami keadaan ini, namun mengingat pentingnya konsistensi dan penerapan teknik serta strategi yang sudah dipelajari, ia berharap kesalahan mendasar yang sama tidak terulang di laga-laga berikutnya.
Menurutnya, perbedaan nyata antara latihan dan kondisi pertandingan nyata harus mampu dijembatani cepat agar performa dapat meningkat.
2.Evaluasi Performansi di Lapangan
Secara hasil akhir, kemenangan 3-0 sudah mencerminkan dominasi Indonesia terhadap Myanmar, dengan gol pembuka Arkhan Kaka dan dua gol dari Dimas Wicaksono.
Namun, dari segi permainan, penguasaan bola dan efektivitas serangan semestinya lebih terasah untuk mempermudah dominasi dan mengurangi tekanan dari lawan.
Permainan yang agresif dan rapi pada periode tertentu belum berjalan secara konsisten selama 90 menit. Transisi dari pertahanan ke serangan masih perlu dipertajam, begitu juga penyelesaian akhir peluang agar lebih produktif tanpa banyak membuang kesempatan.
Mentalitas untuk tampil percaya diri dan tenang menghadapi tekanan wajib terus diasah, agar pemain tidak terjebak dalam ketegangan berlebihan yang dapat menghambat kreativitas dan fokus.
3.Implikasi untuk Laga Berikutnya.
Kemenangan ini membuat Indonesia membuntuti Vietnam di puncak klasemen Grup A, membuka peluang kuat untuk lolos ke babak selanjutnya. Namun, tantangan semakin berat mengingat kejuaraan ini adalah ajang pembinaan untuk membentuk generasi yang siap menghadapi kompetisi tingkat Asia dan dunia.
Laga berikutnya melawan Timor Leste pada 4 Juni 2026 menjadi peluang penting untuk menguji perbaikan performa sekaligus menghilangkan rasa gugup bertanding.
Tim harus memanfaatkan momentum kemenangan, memperkuat disiplin taktikal dan mental bertanding untuk menghadirkan permainan yang lebih solid dan meyakinkan.
Kesimpulannya!.Meskipun hasil pertandingan memenuhi target kemenangan, kekecewaan pelatih Nova Arianto justru menunjukkan sikap profesionalisme dan komitmen tinggi terhadap perkembangan tim.
Evaluasi kritis ini sangat penting untuk memperbaiki kesiapan mental dan teknis pemain, terutama menghadapi tekanan di turnamen level regional maupun internasional.
Keberhasilan jangka panjang Timnas U19 Indonesia bergantung pada kemampuan pemain dan pelatih untuk belajar, beradaptasi, serta menjaga fokus dan konsistensi performa.
Menanggapi kekecewaan ini dengan langkah strategis dan pembinaan berkelanjutan akan menjadi kunci dalam mengukir prestasi gemilang di masa depan.*Imam Kusnin Ahmad*
