
Oleh KH. Jafar Shiddik.
PBNU Sekarang menjadi sorotan NU Kultural bahkan menjadi perbincangan setiap hari. Kritik membangun terus didengungkan.
Mereka menilai PBNU telah berbeda dengan PBNU terdahulu. Saat ini lebih mementingkan kekuasaan dan dunia dari pada umat NU Kultural.
Pengurus PBNU kaya kaya sedangkan umat NU Kultural masih banyak yang miskin. Hanya dimanfaatkan untuk Pilpres dan Pilkada
Kalau mereka betul waliyullah dan calon waliyullah tidak akan gila jabatan, sekalipun menawarkan tempat, dan akan mengorbankan harta secukupnya, untuk perjuangan, pribadi hidupnya akan memilih sederhana, / pakeanya kendaraanya rumahnya juga makan minum nya selalu waro.
Muaassis PB NU Dulu jelas waliyullah sbb dilihat gaya hidupnya sederhana, hidup pribadi nya rumah tangga nya lembanya, sampai sekarang sederhana, TDK menghalalkan segala cara.
ISUN rindu pada Gus Dur yaallah, dan keluarga gusdur, bapak nya kakenya itu waliyullah, ketika berziarah ke makam Gus Dur, ISUN menangis , dan melihat lembaga ponpes nya biasa biasa saja.
Kalau berpikir tentang jabatan. Dan harta itu luar biasa, tapi TDK isyrop/ berlebihan, makanya baru sekarang, terbuka dan dibukakan oleh Allah, Gus Dur dan bapak nya dan kakeknya , mendapat gelar pahlawan nasional.
(ini manusia langka dimuka bumi diseluruh negara, yaallah yahayyu yaqoyyumu yahannanu yamannanu yadayyanu yasulthonu yadzal Jalali wal Ikrom ijabah seluruh doa doa kami dan hasilkan seluruh maksud tujuan kami didunya ini dan diaherat nanti amin ya rabbal alamin,
