Semangat Berkurban: Prabowo dan Kader Gerindra Perkuat Kepedulian Sosial di Sumatera.

JAKARTA – Menyambut momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi, semangat berbagi dan kepedulian sosial digaungkan luas oleh Presiden RI Prabowo Subianto serta jajaran kader Partai Gerindra di berbagai wilayah Sumatera.

Penyaluran ratusan ekor sapi kurban menjadi bukti nyata kehadiran negara dan kepemimpinan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi peternak lokal.

Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan sebanyak 34 ekor sapi kurban untuk masyarakat Provinsi Sumatera Utara. Bantuan ini disebar merata ke seluruh kabupaten dan kota, di mana 33 ekor dialokasikan bagi pemerintah daerah, dan 1 ekor diserahkan langsung kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Menurut keterangan Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut, Yusfahri Perangin-Angin, sapi-sapi yang disumbangkan memiliki kualitas istimewa dengan bobot rata-rata mencapai 800 kilogram per ekor. Hal ini menunjukkan perhatian khusus Presiden agar manfaat kurban dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat.

Yang paling penting, seluruh hewan kurban tersebut dipastikan merupakan hasil ternak asli peternak lokal Sumatera Utara. Langkah ini memiliki makna ganda: selain berbagi rezeki di hari raya, kebijakan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah untuk menggerakkan dan memperkuat ekonomi peternakan daerah agar semakin mandiri dan berdaya saing.

Sejalan dengan semangat dan arahan Presiden, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, kembali menyalurkan bantuan kurban massal di Sumatera Barat. Tahun ini, jumlah hewan kurban yang disalurkan meningkat signifikan menjadi 122 ekor sapi, lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Bantuan ini disebar ke berbagai kabupaten dan kota di Sumbar, menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat.

Andre Rosiade menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari pesan Presiden Prabowo agar kader Gerindra senantiasa hadir dan membantu masyarakat, terlebih di tengah tantangan ekonomi dan ketahanan pangan global saat ini.

“Memperbanyak jumlah hewan kurban adalah bentuk nyata kepedulian kami. Gerakan ini semakin masif sebagai wujud pengabdian kader Pak Prabowo untuk terus memberi manfaat,” ujar Andre.

Bantuan ini juga disalurkan secara tepat sasaran, salah satunya kepada Ikatan Alumni SMAN 9 Padang. Hewan kurban tersebut nantinya akan disembelih dan dibagikan khusus bagi keluarga besar sekolah yang terdampak bencana banjir dan galodo di Kota Padang. Kepala Pengurus IKASMANSE, Indrayadi, mengapresiasi langkah ini sebagai perhatian nyata bagi warga yang sedang mengalami musibah.

“Bantuan ini sangat berarti, menjadi bukti kepedulian di saat kami sedang kesulitan,” ucapnya penuh haru.

Apresiasi serupa datang dari berbagai elemen masyarakat. Pengurus Masjid Al Ihsan Gasang di Kabupaten Agam, Zeki Satria, menyambut gembira bantuan tersebut karena sangat dinantikan warga. Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, juga menyampaikan terima kasih atas konsistensi Andre yang selalu hadir membawa bantuan, baik berupa kurban maupun kebutuhan pokok, bagi warga Pariaman.

Gerakan berkurban yang digalakkan Presiden Prabowo dan kader-kadernya memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar tradisi keagamaan. Ada dua nilai besar yang ditekankan di sini:

Pertama, nilai solidaritas dan kemanusiaan. Penyaluran bantuan yang menyasar daerah bencana dan warga kurang mampu menunjukkan bahwa ibadah kurban harus beriringan dengan kepekaan sosial, memastikan setiap lapisan masyarakat turut merasakan kebahagiaan Idul adha.

Kedua, dukungan terhadap ekonomi lokal. Kebijakan mengambil hewan kurban langsung dari peternak setempat adalah langkah strategis. Hal ini membantu menstabilkan pasar ternak daerah, meningkatkan pendapatan petani, serta menjaga ketahanan pangan nasional dari hulu ke hilir.

Tren peningkatan jumlah hewan kurban dari tahun ke tahun juga menandakan bahwa semangat berbagi ini bukan sekadar program sesaat, melainkan gerakan masif yang terus tumbuh. Dengan arahan yang jelas dari pucuk pimpinan, kurban kini menjadi sarana efektif untuk menyatukan tujuan: beribadah kepada Tuhan, sekaligus membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara menyeluruh.*Imam Kusnin Ahmad*