
Banyuwangi : MenaraMadinah– Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Forum Group Discussion (FGD) untuk mengevaluasi kebijakan pembangunan lansia periode 2023–2025 sebagai upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bumi Blambangan.

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Pangripta 2, BAPPEDA Banyuwangi dihadiri 17 lembaga serta instansi OPD terkait, Kamis, (21/05/26).
FGD dipimpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banyuwangi, Suratno, S.Pd., M.M., didampingi tiga tenaga ahli IPM Dr. . Nur Anim Jauhariyah, M.SI., Dr. . M. Iqbal Fardian, M.SI., dan Dea Amanda Caressa, S.KM., M.Kes.
Dalam sambutannya, Suratno memaparkan sejumlah kebijakan yang telah berjalan, antara lain program Rantang Kasih, Jemput Bola Rawat Warga, Graha Lansia, dan Posyandu Lansia. Pemerintah daerah juga memberi peringatan tegas: setiap desa di Banyuwangi wajib menyusun kebijakan pembangunan yang pro-lansia. Jika tidak, anggaran APBDes tahun berikutnya bakal dipangkas.
Saat ini, jumlah lansia di Banyuwangi mencapai 17 persen dari total penduduk, atau sekitar 200 ribu jiwa. Angka harapan hidup di daerah ini tercatat 74 tahun.
Menariknya, Suratno mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menerima kunjungan dari USAID yang tertarik bekerja sama mengembangkan destinasi wisata lansia di Songgon. “Bahkan sekarang tren beli tanah di Banyuwangi untuk masa tua sedang meningkat. Bisa jadi ke depan, Banyuwangi bakal jadi daerah yang nyaman untuk menghabiskan masa tua,” ujar Suratno yang mantan Kepala Dinas Pendidikan ini.
Acara dilanjutkan dengan diskusi yang diawali paparan dari team ahli, selanjutnya paparan dari masing-masing lembaga dan OPD dan lembaga advokasi dan peduli lansia seperti PWRI, LVRI, Yayasan Abiyoso Gerontologi dan Perkumpulan Komunitas Gotongroyong Empat Puluh Lima yang akan dijadikan bahan evaluasi dalam rangka menyusun program pembangunan lansia di tahun berikutnya.
“Salah satu aspirasi peserta FGD Rembug Lansia mendatang dikemas sambil ngelencer dan gesah nyantai untuk usulkan ke APBD 2027.Akan mengundang utusan berbagai elemen yang peduli ataupun memang anggota mayoritas Lansia misal Panti Jompo Sahabat Lansia Muncar dan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) maupun pelaku adat tradisi!” tutur Andre Waluyo –Sekretaris Komunitas Gotong-Royong’45 pada media ini.
(Aguk Wahyu Nuryadi)
