AWK AJAK SISWA SD HINGGA SEKE TERUNA TERUNI PERKUAT NILAI PANCASILA MELALUI SOSIALISASI EMPAT PILAR MPR RI DI TEGALLALANG

Gianyar – Anggota MPR RI Dapil Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda Bali. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 15 Maret 2026 tersebut digelar di Balai Saba Lembu, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari siswa sekolah dasar (SD), pelajar SMP dan SMA, guru, tokoh masyarakat, pemuda, hingga anggota Seke Teruna Teruni (STT) di wilayah Kecamatan Tegallalang. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan melalui partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber.

Dalam sambutannya, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menegaskan pentingnya memperkuat pemahaman Empat Pilar MPR RI di kalangan generasi muda sejak usia dini. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis sebagai penerus bangsa yang akan menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di masa mendatang.

“Generasi muda Bali, mulai dari siswa SD hingga Seke Teruna Teruni, harus memahami nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi saat ini, anak muda harus tetap memiliki karakter, jati diri, dan rasa cinta tanah air,” ujar Arya Wedakarna.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan Seke Teruna Teruni di Bali memiliki peran penting dalam menjaga budaya, tradisi, serta memperkuat nilai gotong royong dan persatuan masyarakat adat Bali. Menurutnya, organisasi kepemudaan tradisional seperti STT harus menjadi benteng moral generasi muda dalam menghadapi pengaruh negatif perkembangan zaman.

“Melalui Seke Teruna Teruni, generasi muda belajar tentang kebersamaan, tanggung jawab sosial, dan pelestarian budaya Bali. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu, para narasumber juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga toleransi, persatuan, dan etika bermedia sosial di era digital.

Narasumber kegiatan, Made Mardiana, menyampaikan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar akibat pengaruh media sosial dan budaya luar yang dapat memengaruhi karakter kebangsaan. Oleh karena itu, pendidikan wawasan kebangsaan harus terus diperkuat melalui keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.

Sementara itu, AA. Gde Putra Arjawa menegaskan bahwa keberagaman budaya dan adat di Indonesia merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga bersama melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Anak-anak muda harus bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia dan tetap menjaga budaya lokal Bali sebagai identitas daerah sekaligus bagian dari kekayaan nasional,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, tantangan generasi muda di era digital, serta pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Moderator kegiatan, I Wayan Supiartha, mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta, khususnya kalangan siswa dan anggota Seke Teruna Teruni yang aktif mengikuti kegiatan hingga selesai.

Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, diharapkan generasi muda, mulai dari siswa SD hingga Seke Teruna Teruni, semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, melestarikan budaya bangsa, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Indonesia yang maju, harmonis, dan berkarakter.

Wayan Supriyatna