Bani Mandala dan Amanah Sejarah: Meneladani Perjuangan Sunan Gunung Jati

Diar Mandala, Kolumnis menaramadinah.com

 

PANDEGLANG – Keluarga besar Bani Mandala di Pandeglang menegaskan komitmennya untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan Walisongo, sekaligus menjaga konsistensi pada konstitusi dan kebhinekaan Indonesia. Komitmen itu disampaikan dalam refleksi sejarah yang digelar pada Sabtu, (16/5/2026).

Dalam penyampaiannya, Diar Mandala, cucu Syech Ruyyani bin Syech Shohib Mandala dari Kadupinang Pandeglang, menyatakan bahwa dakwah dan pengabdian Sunan Gunung Jati merupakan warisan yang harus dihidupkan oleh generasi penerus.

“Perjuangan Sunan Gunung Jati adalah perpaduan dakwah, akhlak, dan komitmen kebangsaan. Nilai itu harus diteruskan dalam bentuk pengabdian nyata kepada umat dan bangsa,” ujarnya.

Diar juga menguraikan keterkaitan historis keluarga Mandala dengan Kesultanan Banten. Menurut catatan sejarah lokal, Dalem Dayeuhan yang merupakan leluhur keluarga Mandala memiliki peran pada masa awal pembentukan kesultanan dan dipandang sebagai orang dalam oleh Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan Banten pertama.

“Keterlibatan leluhur kita pada fase awal berdirinya Kesultanan Banten menunjukkan adanya tanggung jawab historis yang diwariskan. Tanggung jawab itu kini diterjemahkan sebagai dukungan pada pemerintahan yang sah, menjaga persatuan dalam kebhinekaan, dan mengamalkan nilai Pancasila, UUD 1945, serta menjaga kedaulatan NKRI,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini keturunan Bani Mandala tersebar di berbagai bidang strategis, mulai dari pendidikan, pemerintahan, pertahanan-keamanan, hingga dunia usaha dan sosial. Keberagaman peran tersebut dinilai sebagai modal sosial yang bermakna jika diarahkan pada tujuan bersama: menegakkan kebenaran dan keadilan berdasarkan ajaran Islam dalam kerangka NKRI.

Refleksi tersebut juga menekankan pentingnya kohesi internal keluarga besar. Menurut Diar, kekuatan kolektif menjadi kunci agar amanah sejarah dapat diteruskan tanpa terpecah oleh kepentingan sektoral.

“Sejarah mengajarkan bahwa persatuan internal memperkuat daya dorong perubahan. Dengan kolaborasi lintas peran, kita dapat memberi kontribusi konkret bagi bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Diar mengajak generasi muda Bani Mandala untuk menjadikan semangat Sunan Gunung Jati sebagai rujukan etis dalam setiap kiprah, dengan tetap setia pada konstitusi dan semangat kebangsaan.

Pernyataan ditutup dengan harapan agar keluarga besar Bani Mandala senantiasa menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang memperkuat persatuan dan kemajuan Indonesia.