
Oleh : Imam Kusnin Ahmad SH. Jurnalis Senior Jawa Timur.
-Banser ( Barisan Ansor Serbaguna), sebagai tenaga inti Gerakan Pemuda Ansor yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama, mengusung semboyan “Banser Satu Komando” yang menjadi pijakan utama dalam menjalankan setiap tugas dan fungsinya.
Prinsip ini menegaskan ketaatan mutlak kader Banser terhadap pimpinan, menjamin kedisiplinan tinggi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mengawal ulama, serta berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menurut Kepala Satuan Koordinasi Nasional Banser, H. M. Syafiq Syauqi, dalam Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Angkatan VIII di Semarang, “Penyatuan visi dan misi GP Ansor dengan tugas pokok Banser adalah fondasi utama untuk memperkuat loyalitas kader dan menjaga khidmat kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Syafiq panggilan akrabnya.
Banser menjalankan empat fungsi utama: kaderisasi untuk membentuk karakter pemuda NU yang disiplin dan berwawasan kebangsaan; menjaga kondusivitas dan ketertiban masyarakat secara mandiri maupun kolaboratif; menggerakkan kegiatan sosial, kemanusiaan, dan keagamaan; serta menjadi katalisator perekat persatuan bangsa dan penjaga ideologi Pancasila dari radikalisme.
Sebagai badan semi-otonom GP Ansor yang berdedikasi tinggi, Banser mempunyai tiga tugas pokok yang strategis: mengawal ulama dan organisasi NU, menjaga kedaulatan NKRI melalui bela negara, dan melakukan aksi kemanusiaan seperti penanggulangan bencana dan pengamanan lalu lintas melalui satuan khusus yang bergerak cepat dan profesional.
“Banser adalah benteng NKRI yang harus siap siaga 24 jam, selalu bergerak dalam satu komando untuk menjaga keutuhan bangsa dan agama,” tegas Gus Syafiq yang juga mantan Kasatkorwil Banser Jawa Timur ini.
Sejarah Banser menunjukkan perjalanan transformasi dari laskar perjuangan fisik saat kemerdekaan hingga menjadi garda profesional penjaga kemanusiaan, toleransi beragama, serta pendukung ketertiban publik. Kini, Banser juga siap memasuki era digital dengan fokus pada pertahanan siber, menangkal hoaks, dan melawan radikalisme online.
Selain itu, Banser berkomitmen mendukung ketahanan pangan nasional serta mendorong kadernya untuk aktif dalam birokrasi dan kepemimpinan publik demi kemajuan bangsa.
Kisah Banser menjadi inspirasi bagi organisasi pemuda lainnya bahwa dengan prinsip loyalitas, sinergi, dan adaptasi pada perubahan zaman, organisasi pemuda dapat memainkan peran vital dalam memelihara keutuhan bangsa sekaligus menjadi agen perubahan sosial yang berpengaruh besar.
Dalam pesannya, Syafiq menambahkan, “Melalui kerjasama yang harmonis dan visi yang terpadu, Banser akan terus meneguhkan peran sebagai penjaga marwah NU dan pengawal NKRI, sekaligus perekat persatuan bangsa,” pungkas Cucu KH Wahab Hasbullah, salah satu tokoh pendiri NU ini.
Kiprah Banser merupakan contoh nyata bagaimana organisasi pemuda mampu berkontribusi strategis bagi kesejahteraan dan kemajuan Indonesia yang berkelanjutan.*Imam Kusnin Ahmad*
