Kyai Imad Siap Diskusi Ilmiah Soal Nasab, Ajak Publik Tabayyun

Menaramadinah.com – Pandeglang,15 Mei 2026.
Kyai Imaduddin Utsman al-Bantani menyatakan siap berdiskusi ilmiah dengan siapa pun yang membantah tesis nasab karyanya. Di tengah polemik nasab Ba’alawi yang kembali memanas, ia mengajak publik kembali ke metode ilmiah dan adab tabayyun agar diskusi tidak berubah menjadi perpecahan.

Polemik ini menyentuh jutaan jamaah yang menjadikan nasab bagian dari identitas keagamaan. Kajian ilmiah yang ia rilis meragukan sambungan nasab Ba’alawi berdasarkan manuskrip abad 5–9 Hijriah, dan kini menjadi pusat perbincangan publik.

“Informasi tanpa verifikasi membuat publik mudah terpolarisasi. Kyai Imad membuka ruang klarifikasi dengan data, bukan emosi,” ujar Diar Mandala, jurnalis dan pegiat literasi sejarah Islam, Jumat [15/5/2026].

Kajian nasab sensitif karena menyentuh identitas. Karena itu metodenya harus bisa diuji. “Ilmu seperti cahaya. Siapa yang membuka mata dan hati, ia akan merasakan terang itu,” kata Diar.

Polemik ini juga disorot tokoh publik seperti Rhoma Irama yang mendukung tes DNA. Para ulama terdahulu memberi teladan: kemuliaan bukan pada garis keturunan, tapi pada ilmu, akhlak, dan takwa.

Di era informasi cepat, tabayyun adalah benteng agar diskusi tidak melanggar hukum. UU Pers dan etika jurnalistik menekankan berita harus berimbang, faktual, dan tidak memicu kebencian.

Bagi yang ingin mendalami, kajian lengkap Kyai Imad tersedia di kanal resminya. Kuncinya satu: verifikasi sumber, hormati perbedaan, utamakan adab di atas emosi.