
Jakarta-Bomingnya Warung Madura di berbagai kota di Indonesia memunculkan peristiwa yang mengagetkan dunia bisnis diperkampungan
Dimana Minggu (3/5/2026) pukul 16.50 WIB, terjadi peristiwa di Warung Madura JI. Kodam Raya, RT 09/RW 07, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Warung Madura kacau Balai setelah kedatangan seorang pria yang berniat melakukan transaksi tarik tunai. Sehingga timbul keributan ini dipicu transaksi digital di warung kelontong.
– Pelaku datang ke warung untuk melakukan tarik tunai melalui sistem QRIS senilai Rp 26.000.
Pihak warung menerapkan biaya administrasi standar untuk layanan tersebut. Bukannya memaklumi, pelaku justru menolak keras aturan tersebut.
– Ia bersikeras dan memaksa penjaga warung agar transaksinya diproses secara utuh tanpa ada potongan biaya admin sepeser pun.
Penolakan dari pihak warung yang tetap berpegang pada aturan memicu emosi pelaku hingga tak terkendali.
– Gagal memaksakan kehendaknya, pelaku yang telanjur emosi langsung melakukan tindak kekerasan terhadap istri dari penjaga warung. Karena tersinggung ucapan yang dianggap tidak sopan dari penjual.
Sang suami yang melihat istrinya dianiaya tentu tak tinggal diam. Saat bermaksud melerai keributan tersebut, ia justru ikut menjadi sasaran pukulan sang pelaku yang sedang kalap.
Puas melakukan kekerasan fisik, amarah pria tersebut rupanya belum reda. Ia kemudian mengobrak-abrik seisi warung dengan beringas.
Barang dagangan dibuat berserakan tak karuan, etalase dihancurkan, hingga kaca kulkas pecah berantakan.
Pelaku juga menggunakan senjata tumpul berupa tabung gas melon (LPG 3 kg) sebagai alat untuk menghancurkan bagian dalam warung.
Mendengar suara teriakan dan pecahan kaca, warga sekitar sempat berdatangan ke lokasi untuk melerai dan menolong mengamankan situasi.
MM
