89 Ribu Jemaah Sudah Tiba di Tanah Suci.Operasional Haji Berjalan Lancar.

 

Oleh: H.Imam Kusnin Ahmad SH. Jurnalis Senior Jawa Timur.

PROSES penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H / 2026 M terus berjalan tertib dan terkendali. Berdasarkan data terbaru hingga Selasa (5/5/2026), sebanyak 230 kloter atau sekitar 89.377 jemaah beserta petugas telah mendarat dan menempati akomodasi yang disiapkan di Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19.315 orang merupakan jemaah lanjut usia (lansia) yang mendapatkan perhatian khusus.

Saat ini, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah juga berlangsung bertahap. Sebanyak 68 kloter atau 26.037 jemaah telah tiba di Makkah untuk melaksanakan Umrah Wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

*Layanan Kesehatan Terpantau*

Dari sisi kesehatan, tim medis mencatat total 10.746 jemaah mendapatkan perawatan rawat jalan. Sebanyak 139 orang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 208 orang dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, dengan 76 orang di antaranya masih dalam perawatan intensif.

*Pentingnya Menjaga Stamina Jelang Armuzna*

Menjelang rangkaian ibadah puncak, Koordinator Bimbingan Ibadah Sektor 1 Makkah, KH. Agus Ma’arif (Gus Am), memberikan imbauan penting kepada seluruh jemaah. Ia menegaskan bahwa kesuksesan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh kesiapan spiritual, tetapi juga kekuatan fisik.

“Yang tahu kesehatan Bapak Ibu adalah Bapak Ibu sendiri. Kalau kondisinya lelah, cukup beribadah di hotel saja, di musala atau masjid hotel,” ujar Gus Am.

Ia mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri terus-menerus ke Masjidil Haram jika tubuh sudah mulai drop. Penghematan tenaga sangat penting agar saat tiba waktunya berangkat ke Armuzna, kondisi tubuh tetap prima dan tidak sakit di tengah jalan.

“Ditakutkan ketika belum sampai Armuzna, Bapak Ibu sudah kelelahan. Kalau sakit, nanti akan kesulitan beribadah,” tambahnya.

Selama menunggu waktu puncak, jemaah dianjurkan tetap memaksimalkan ibadah dari hotel dengan membaca Al-Qur’an, zikir, doa, dan yang paling penting: istirahat yang cukup.

*Aturan Baru Bawaan: Dilarang Bawa Tas Tambahan*

Dalam upaya menjaga kelancaran arus mobilitas, pihak penyelenggara menerbitkan aturan baru tertuang dalam Surat Nomor S-96/BN/2026. Jemaah, khususnya Gelombang II yang mendarat atau berangkat melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah, dilarang membawa tas tenteng atau tas tambahan di luar ketentuan.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa maksimal tiga jenis tas:

1. Satu koper besar (masuk bagasi).
2. Satu tas kabin (dibawa ke dalam pesawat).
3. Satu tas kecil/dokumen (untuk paspor dan barang berharga).

“Jemaah dilarang membawa tas tambahan atau barang bawaan ekstra lainnya di luar ketiga jenis tas yang telah ditetapkan tersebut,” tegasnya. Aturan ini dibuat untuk menghindari penumpukan barang dan memperlancar proses kedatangan serta kepulangan nanti.

*Masukan dan Tips Bermanfaat bagi Jemaah*

1.Prioritaskan Kesehatan: Jangan gengsi untuk istirahat. Ibadah di hotel sama pahalanya jika kondisi fisik sedang tidak memungkinkan untuk keluar.

2.Hemat Energi: Simpan tenaga untuk momen puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang membutuhkan fisik sangat kuat.

3-Patuhi Aturan Bawaan: Segera rapikan barang bawaan sesuai aturan 3 tas saja agar tidak merepotkan diri sendiri dan orang lain saat transit di bandara.

4.Doa & Ikhtiar: Teruslah berdoa agar Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran hingga bisa melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk dan aman.

Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kemudahan, kesehatan, dan diberkahi Allah SWT, serta pulang dengan membawa predikat Haji Mabrur. Aamiin.*Wallahu A’lam Bisshawab*