Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Kota Blitar di Kebut,Target Agustus 2026 Bisa Operasi.

BLITAR – Pembangunan fasilitas pendidikan unggulan, Sekolah Rakyat, di Kota Blitar terus menunjukkan progres positif. Pembangunan gedung yang menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu ini saat ini masih dalam tahap pengerjaan intensif dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada bulan Agustus 2026 mendatang.

Kehadiran sekolah ini dinanti-nantikan masyarakat, mengingat konsep dan tujuannya yang sangat mulia, yaitu memberikan akses pendidikan yang layak dan setara bagi generasi penerus yang membutuhkan.

Kepala Dinas Sosial Kota Blitar, Eka Atikah, membenarkan bahwa saat ini proses pembangunan fisik masih terus berjalan. Pengerjaan dilakukan oleh pihak terkait dengan memaksimalkan waktu agar target penyelesaian bisa tercapai.

“Gedungnya masih dalam proses pembangunan. Berdasarkan informasi dari Dinas PUPR, kontrak pengerjaan direncanakan selesai pada Agustus tahun ini,” ujar Eka Atikah kepada awak media, Senin (4/5/2026).

Meskipun saat ini belum rampung, seluruh tahapan terus dipantau agar kualitas bangunan terjamin dan siap ditempati tepat waktu.

Secara kapasitas, Sekolah Rakyat di Kota Blitar ini nantinya diproyeksikan mampu menampung sekitar 75 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Jumlah tersebut terbagi rata untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan komposisi per kelas atau per rombongan belajar (rombel) sekitar 25 anak. Dengan jumlah siswa yang tidak terlalu besar ini, diharapkan proses belajar mengajar bisa berjalan lebih efektif, fokus, dan perhatian guru kepada murid bisa lebih maksimal.

“Jadi kalau digabungkan untuk SD, SMP, dan SMA totalnya kurang lebih 75 siswa,” jelasnya.

Sekolah ini memiliki misi khusus, yaitu menjadi wadah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu atau miskin ekstrem agar tetap mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, setara, dan layak, tanpa terbebani oleh biaya.

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kota Blitar merupakan langkah strategis dan inovatif dalam pembangunan sumber daya manusia.

Berbeda dengan sekolah biasa yang sistemnya menunggu pendaftaran, program ini berbasis penjangkauan. Pemerintah hadir menjemput bola, memastikan tidak ada anak putus sekolah atau tidak sekolah hanya karena faktor ekonomi.

Dengan kapasitas kelas yang kecil namun fasilitas yang lengkap, konsep ini menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif. Ini membuktikan bahwa perhatian negara hadir tidak hanya di kota besar, tetapi juga menyentuh daerah, memastikan pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh anak bangsa, di mana pun mereka berada.

Untuk teknis pelaksanaan dan penerimaan siswa, saat ini masih menunggu proses pembangunan selesai serta petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat agar pelaksanaannya berjalan lancar dan sesuai aturan.

Pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar menumpuk batu dan semen, melainkan membangun harapan dan masa depan yang lebih cerah.

Semoga proses pembangunan berjalan lancar dan berkah. Segera hadirlah fasilitas ini, menjadi rumah ilmu yang mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan mandiri. Bahwa asal-usul dan latar belakang ekonomi bukanlah halangan untuk meraih cita-cita setinggi langit.*Imam Kusnin Ahmad*