Diluluskan Dan Dikalungki Surban Syaikhona Kholil: Addin Jauharuddin Siap Lanjutkan Perjuangan Ulama.

BANGKALAN – Suatu momen bersejarah dan penuh kharisma terjadi saat Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Dr. H. Addin Jauharuddin, dikalungkan serban khas Syaikhona Kholil di tengah kehangatan silaturahmi bersama para dzuriyah dan keluarga besar Pesantren Syaikhona Kholil, Bangkalan, Bangkalan sebelum kegiatan acara ‘Gowes Napak Tilas’ yang menempuh jarak jauh sejauh 123 kilometer, yang menghubungkan dua kota bersejarah, Bangkalan hingga Jombang, pada Ahad (26/04/2026).

Acara penghormatan ini bukan sekadar simbol budaya, melainkan penanda diterimanya amanah besar untuk terus meneladani dan meneruskan jejak perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama.

*Kehormatan yang Tak Terlupakan*

Dalam suasana yang penuh kekhusyukan dan keakraban, H.Addin Jauharuddin menerima kehormatan luar biasa saat dikalungkan serban oleh pihak pesantren. Serban ini merupakan simbol keilmuan, ketakwaan, dan warisan spiritual yang sangat dihormati di tanah air.

“Suatu kehormatan besar bagi kami, saat dikalungkan Surban Syaikhona Kholil Bangkalan di tengah-tengah silaturahmi bersama para dzuriyah,” ujar Addin dengan penuh rasa syukur.

Keberadaan serban di bahu menjadi pengingat visual dan spiritual bahwa generasi penerus memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga api perjuangan agar tidak padam ditelan zaman.

*Energi Baru untuk Melanjutkan Estafet Perjuangan*

Menurut Addin, momen sakral ini menjadi penyuntik energi baru yang dahsyat bagi dirinya dan seluruh kader Ansor. Warisan para ulama, khususnya para muassis (pendiri) NU, adalah harta yang paling berharga yang harus dijaga dan diamalkan.

“Ini menjadi penyambung energi bagi kami untuk selalu memegang teladan dan melanjutkan perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Artinya, penghormatan ini disikapi bukan sebagai pujian semata, melainkan sebagai mandat agar kiprah Gerakan Pemuda Ansor senantiasa berjalan di atas rel yang benar, berlandaskan akhlak mulia, dan setia pada prinsip tawazun serta tasamuh.

*Doa dan Harapan*

Di akhir kesempatannya, Ketum GP Ansor ini memohon kekuatan dari Yang Maha Kuasa Allah SWT, agar amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.

“Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk menjalankan amanah ini dengan sungguh-sungguh, istiqomah, dan membawa berkah bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.

Momen pengalungan serban di Pesantren Syaikhona Kholil menjadi bukti kuatnya ikatan batin antara kader muda dengan para ulama. Semoga semangat yang didapat dari sini dapat diterjemahkan dalam karya nyata yang nyata, membangun, dan membanggakan.*Imam Kusnin Ahmad*