
Bali-Keberadaan Pulau Bali kita tidak aman. Karena ada Komplotan Maling Asal Probolinggo Sikat Ribuan Uang Kepeng Kuno: Modus Rusak Pintu Gudang Terbongkar!
Apesnya komplotan tersebut kini telah ditangkap oleh Polisi Bali dan dimasukkan penjara. Karena bikin Bali tidak aman.
Aprediasi buat Jajaran Polsek Denpasar Selatan akhirnya berhasil meringkus enam pria asal Probolinggo, Jawa Timur, yang nekat menjadi spesialis pencuri barang berharga di pura-pura wilayah Denpasar dan sekitarnya.
Aksi lancang para pelaku ini benar-benar bikin urut dada:
Sasar Ribuan Uang Kepeng: Tak main-main, komplotan berinisial TO, AN, CAP, JU, AH, dan AB ini menggasak 1.350 keping uang kepeng kuno (uang bolong) di Pura Desa Adat Penyaringan, Sanur Kauh. Mulai dari bentuk tapis-tapis hingga lamak salang habis dipreteli!
Kerugian Capai Belasan Juta: Selain uang kuno, mereka juga menyikat sejumlah bokor berbahan klaka. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp16 juta, namun nilai sakral dari barang-barang tersebut tentu tak ternilai harganya bagi umat.
Drama Penangkapan di Gilimanuk: Setelah dua pelaku (TO dan AN) terciduk saat hendak menjual hasil jarahan, polisi langsung melakukan pengejaran panas! Sisanya berhasil dibekuk saat mencoba kabur menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Sindikat Lintas Wilayah: Hasil interogasi mengungkap fakta pahit; mereka adalah jaringan terorganisir yang beraksi di malam hari dan menyasar banyak pura di Bali. Modusnya selalu sama: merusak pintu penyimpanan barang sakral (pratima/upakara).
Kini keenam pelaku sudah mendekam di Mapolsek Denpasar Selatan. Polisi pun masih terus mendalami kemungkinan adanya TKP lain yang pernah menjadi korban keberingasan komplotan ini.
Maling pura lagi-lagi pelakunya orang luar. Menurut Semeton, apakah pengamanan Pura (Pecalang/CCTV) harus diperketat 24 jam, atau hukuman bagi pencuri barang sakral ini yang harus dibuat lebih berat biar jera? Share pendapat kalian!
MM
