Pemanfaatan Dana Desa di Sidoarjo Berbuah Nyata, BUMDesa Jaya Makmur Sukodono Sukses Panen Melon Perdana Jenis Golden Kinanti Sidoarjo,

Sidoarjo-menaramadinah.com-Pemanfaatan Dana Desa yang digulirkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) melalui Program Ketahanan Pangan kembali menunjukkan hasil nyata. Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Jaya Makmur Sukodono, Desa Sukodono, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo berhasil melaksanakan panen perdana melon jenis golden kinanti pada Selasa (21/04/2026).

Panen tersebut berlangsung di Dusun Dungus, lokasi budidaya hortikultura berbasis greenhouse yang didanai dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Program ini menjadi bukti bahwa Dana Desa dapat dimanfaatkan secara produktif sebagai instrumen strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi desa.
Camat Sukodono, Ineke Dwi Setiawati, mengapresiasi keberhasilan panen perdana tersebut.

Ia menilai, di tengah keterbatasan sumber penerimaan dari pemerintah pusat pada 2026, desa dituntut untuk semakin mandiri dengan mengoptimalkan potensi lokal.

“Potensi desa harus dimaksimalkan dan dikelola bersama agar memberikan kontribusi lebih bagi desa. Ke depan, BUMDesa Jaya Makmur Sukodono diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD),” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukodono, Supii, menegaskan bahwa pembangunan greenhouse melon ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Presiden Prabowo dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pengurus BUMDesa dan instansi terkait agar program berjalan optimal.

“Kami bersyukur program ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat melalui Musyawarah Desa (Musdes). Harapannya, greenhouse ini terus berkembang dan memberi manfaat berkelanjutan,” katanya.
Ketua BUMDesa Jaya Makmur Sukodono, Hari Mei Irianto, menjelaskan bahwa budidaya melon dilakukan dengan memanfaatkan lahan tidur milik pemerintah desa (Tanah Kas Desa/TKD) seluas 10 x 20 meter persegi dengan sistem tanam polybag.

Ia menyebut, varietas melon golden kinanti dipilih karena memiliki keunggulan dari segi rasa, harga jual yang lebih tinggi, serta masa tanam yang relatif singkat, yakni sekitar 60 hari. Selain itu, perawatannya juga dinilai lebih mudah dibandingkan varietas lain.

“Kami mengembangkan budidaya melon ini dengan konsep smart farming sekaligus wisata edukatif. Saat ini greenhouse menampung sekitar 500 tanaman, dengan sekitar 300 buah siap panen, rata-rata berbobot 1,5 kilogram per buah dan dijual seharga Rp25.000 per kilogram,” ungkapnya.

Kegiatan panen perdana tersebut turut dihadiri Camat Sukodono, Kepala Desa beserta perangkat desa, Ketua BPD, pendamping desa, petugas dinas pertanian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Husnu Mufid