
BLITAR – Dalam upaya memperluas akses dan kesempatan pendidikan tinggi bagi generasi muda, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar melaksanakan kegiatan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Wisata AN-NUR II Al-Murtadlo, Malang, pada Jumat, 17 April 2026, dan diikuti oleh 460 santri putri kelas XII.
Inisiatif ini merupakan bentuk komitmen UNU Blitar untuk mendekatkan layanan informasi pendidikan langsung ke lingkungan pesantren, dengan tujuan utama mendorong minat santri melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi tanpa harus meninggalkan nilai-nilai dan lingkungan pendidikan asuhan mereka.
Rombongan dari UNU Blitar dipimpin langsung oleh Kiai Muqorrobin, selaku Ketua PCNU Kabupaten Blitar dan Sekretaris Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi (BPP) UNU Blitar.
Kehadiran tim disambut hangat oleh Dr. KH. Fathul Bari, SS., M.Ag., selaku Pengasuh Pondok Pesantren AN-NUR II Al-Murtadlo, beserta jajaran pengurus. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan ini antara lain Dr. Puji Wianto, M.Pd. (Wakil Ketua Dewan Pengurus BPP), Ardhi Sanwidhi (Wakil Rektor III), Dr. Siti Uswatu Kasanah, M.Pd.I. (Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan), serta Wijianto, M.Pd. (Kepala Biro Kepegawaian, Keuangan, dan Perencanaan).
Dalam sambutannya, KH. Fathul Bari menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran pihak universitas yang langsung mendatangi pesantren. Beliau menekankan bahwa ini adalah bentuk kemudahan dan perhatian khusus bagi para santri.
“Biasanya, calon mahasiswa yang harus datang ke kampus untuk mencari informasi. Namun hari ini, dosen dan pimpinan universitaslah yang datang menghampiri kalian. Ini adalah kehormatan dan kemudahan yang patut disyukuri,” ujar KH. Fathul Bari.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan strategi dan keuntungan model pendidikan yang menggabungkan kuliah dan tinggal di pesantren. Menurutnya, pola ini sangat efektif karena memungkinkan orang tua untuk fokus bekerja mencari nafkah, sementara santri dapat fokus belajar dengan tenang tanpa beban pikiran tambahan.
“Keberhasilan seseorang bukan semata karena kehebatan diri sendiri, melainkan karena kemudahan yang dianugerahkan Allah SWT. Dan salah satu pintu kemudahan terbesar adalah ridho orang tua.
Jangan sampai kita menyusahkan orang tua, karena ketika mereka ridho dan bahagia, insya Allah Allah pun akan meridhoi langkah dan cita-cita kalian,” tegasnya.
Sementara itu, Kiai Muqorrobin dalam paparannya menekankan pentingnya nilai keberkahan dalam menuntut ilmu. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan akademis harus dibangun di atas landasan restu dan ridho para guru serta kiai.
“Apa artinya gelar dan kesuksesan jika tidak didasari oleh ridho para masyayikh dan guru? Ilmu yang tidak membawa berkah dan tidak dibarengi adab akan menjadi sia-sia,” kata Kiai Muqorrobin.
Beliau juga menegaskan urgensi pendidikan formal bagi para santri di era modern. Melanjutkan kuliah bukan berarti meninggalkan jati diri pesantren, melainkan memperluas ruang pengabdian.
“Jangan sampai kiprah dan pengabdian santri terhalang hanya karena keterbatasan akses atau ijazah. Di UNU Blitar, santri bisa tetap menjaga marwah dan tradisi keislaman, sekaligus meraih gelar akademik yang diakui secara nasional,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi wadah strategis untuk menjelaskan berbagai program studi, fasilitas, serta skema penerimaan mahasiswa baru yang dirancang agar ramah dan adaptif bagi kalangan santri.
Kegiatan sosialisasi PMB 2026 ini mencerminkan visi besar UNU Blitar dalam mencetak lulusan yang unggul secara intelektual namun tetap kokoh dalam karakter dan akhlak. Upaya mendatangi langsung lingkungan pesantren merupakan bukti nyata bahwa perguruan tinggi hadir untuk melayani dan memfasilitasi cita-cita generasi muda.
Dengan sinergi yang kuat antara pesantren dan universitas, diharapkan akan lahir sarjana-sarjana yang tidak hanya kompeten dalam keilmuan, tetapi juga memiliki akar budaya yang kuat, berintegritas tinggi, dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa.
UNU Blitar terus berkomitmen untuk membuka peluang seluas-luasnya demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan penuh barokah.*Imam Kusnin Ahmad*
