DPD MATRA Pasuruan Menggelar Pasoeroan Tempo Doeloe 2026

Pasuruan-MATRA (Masyarakat Adat Nusantara) untuk mewujudkan   visi dan  menjaga kebudayaan Nusantara secara utuh dengan semangat persaudaraan, keterbukaan, dan saling menghormati demi terwujudnya kebudayaan yang luhur di tanah Nusantara dan dunia. Maka  MATRA fokus untuk melestarikan adat dan budaya melalui penguatan peran tokoh adat.

“Oleh karena itu, DPD MATRA Kota Pasuruan memfokuskan diri untuk menampilkan peran Pahlawan Nasional Untung Surapati dan Niti Adiningrat I – IV sebagai suri tauladan pemikiran, perjuangan dan implementasi budaya. Tidak lupa dibahas pula tokoh budaya lainnya sepanjang sejarah berkembangnya Pasuruan,”ujar Rohmat Amaludin. SH. MSi Ketua DPD MATRA Pasuruan.

Selain itu, kata, Basori. S.Sos, MM Wakil Ketua mengarakan, DPD MATRA Kota Pasuruan melaksanakan kegiatan Kirab Budaya dengan Tema “Kirab 999 Satria Piningit” berkolaborasi dengan VIM ( Vendor Investment Management) dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama. Kirab 999 Satria Piningit diartikan bahwa 999 ini merupakan angka sempurna yang diharapkan menjadi tuntunan psikologis untuk selalu meraih keselamatan, keberuntungan, dan keberkahan serta kesempurnaan prestasi bagi kita semua.

Sedangkan Satria Piningit berarti setiap kita yang berjuang untuk mensejahterakan alam dan manusia dengan akhlak malu, hanya mengharap balasan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Inilah salah satu pemaknaan dari ‘tauhid rahmatan lil alamin’. Di mana iman kepada Tuhan haruslah membuahkan kesejahteraan bagi alam.

Kirab Satria Piningit merupakan acara pembuka dari Pasoeroean Tempo Doeloe yang diadakan pada tanggal 4 sampai dengan 12 April 2026 bertempat di GOR Untung Suropati. Fokus DPD MATRA dalam kegiatan budaya tahun 2026 ini adalah untuk memelihara eksistensi budaya, memperluas jaringan, dan membangun kesepakatan dalam menerapkan budaya sebagai modal kemajuan setiap warga. Semoga tahun depan dapat dilaksanakan sebagai kegiatan rutin yang melibatkan Pemerintah Kota dan organisasi masyarakat secara lebih meluas untuk kemajuan Pasuruan yang lebih sejahtera.

Di masa depan MATRA berharap bahwa Satria Piningit akan konsep warisan budaya yang kita visikan menjadi karakter ideal dalam pendidikan budaya nasional dan sastra Jawa. Konsep ini merupakan hasil introspeksi sejarah dimana Nusantara dahulu merupakan bangsa yang besar dengan budaya yang adhi luhung.

Diperlukan penyesuaian konteks pada arti kekinian agar warisan budaya ini menjadi layak pakai bagi pencapaian kemajuan Pasuruan Raya khususnya dan Indonesia pada umumnya. Semoga harapan mulia ini dapat terwujud dengan segera.

Husnu Mufid Humas DPW MATRA JATIM