
By : Aliansi Nahdliyin Penjaga Marwah NU.
Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) adalah hajatan tertinggi yang bukan sekadar momentum pergantian kepemimpinan, melainkan ruang sakral untuk menentukan arah masa depan peradaban santri. Mengingat pentingnya marwah Muktamar ke-35 yang akan datang, kami yang bertanda tangan di bawah ini—terdiri dari unsur nahdliyin struktural dan kultural—menyatakan keberatan dan penolakan atas penunjukan saudara Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai Ketua Panitia Muktamar, berdasarkan pertimbangan logis dan rasional sebagai berikut:
1. Potensi Konflik Kepentingan (Conflict of Interest)
Sebagai figur yang secara terbuka terlibat aktif dalam dinamika politik praktis dan berbagai ketegangan internal organisasi belakangan ini, penunjukan beliau sebagai “nahkoda” panitia dikhawatirkan akan mencederai objektivitas penyelenggaraan. Muktamar harus dipimpin oleh sosok yang mampu berdiri di atas semua golongan, bukan sosok yang menjadi bagian dari salah satu faksi yang berselisih.
2. Ancaman Terhadap Integritas dan Legitimasi Muktamar
Ketua Panitia memiliki peran strategis dalam menentukan teknis pelaksanaan, verifikasi peserta, hingga pengaturan jadwal sidang. Jika posisi ini diisi oleh figur yang dipersepsikan sebagai “aktor konflik”, maka setiap keputusan Muktamar nantinya akan rentan digugat legitimasinya oleh warga Nahdliyin. Kita membutuhkan panitia yang bersih dari beban politik agar hasil Muktamar diterima dengan legawa oleh seluruh pihak.
3. Kebutuhan Akan Sosok Pemersatu (Problem Solver, bukan Problem Maker)
Saat ini, NU membutuhkan proses rekonsiliasi untuk menyatukan kembali berbagai elemen yang sempat terfragmentasi. Menunjuk sosok yang memiliki resistensi tinggi di tingkat akar rumput justru akan memperlebar jurang polarisasi antara struktural dan kultural. Kami memohon PBNU untuk memilih sosok senior yang lebih netral, teduh, dan mampu merangkul semua spektrum pemikiran di dalam NU.
4. Menjaga Tradisi Etika (Akhlakul Karimah) Organisasi
Dalam tradisi NU, kepemimpinan adalah amanah yang harus dijaga dari syahwat kekuasaan. Penunjukan figur yang kontroversial di tengah situasi yang belum stabil dianggap mengabaikan suara kebatinan para kiai sepuh dan warga yang merindukan ketenangan. Penolakan ini adalah bentuk kecintaan kami agar NU tidak terseret dalam arus kepentingan jangka pendek yang dapat merusak tatanan organisasi di masa depan.
TUNTUTAN KAMI:
Memohon kepada jajaran Syuriyah PBNU untuk meninjau kembali dan membatalkan Surat Keputusan penunjukan Gus Ipul sebagai Ketua Panitia Muktamar.
Mengusulkan pembentukan kepanitiaan yang inklusif, transparan, dan melibatkan tokoh-tokoh yang dikenal memiliki integritas serta netralitas tinggi.
Mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk tetap mengedepankan musyawarah mufakat demi menjaga stabilitas nasional dan keutuhan jam’iyah.
Demikian petisi ini kami sampaikan dengan penuh rasa takzim dan tanggung jawab demi kejayaan Nahdlatul Ulama.
Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Tharieq.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Surabaya, ……
Hormat Kami,
Aliansi Nahdliyin Penjaga Marwah Organisasi
