Aceh-Ada seorang kepala desa asal Aceh Utara    bernama Tengku Munirwan yang justru harus merasakan dinginnya jeruji besi pada tahun 2019 lalu.

Semua bermula dari niat baik. Munirwan menerima bantuan benih padi dari Gubernur Aceh. Namun, ia tidak berhenti sampai di situ, Ia melihat potensi besar dan mulai melakukan eksperimen sederhana.

Dengan telaten, ia menyeleksi benih terbaik, menanamnya, lalu kembali memilih hasil panen paling unggul untuk disemai ulang, Proses itu ia lakukan berulang kali, hingga akhirnya lahirlah varietas padi unggulan yang ia beri nama IF8.

Hasilnya tidak main-main. Benih IF8 mampu meningkatkan hasil panen para petani secara signifikan, Harapan baru pun mulai tumbuh di tengah sawah-sawah mereka, Namun ironi terjadi Di saat karyanya mulai dirasakan manfaatnya, Munirwan justru ditangkap Ia dituding mengedarkan benih tanpa sertifikasi resmi.

Kasus ini pun memicu gelombang protes dari masyarakat, Banyak yang menilai, apa yang dilakukan Munirwan adalah bentuk inovasi, bukan pelanggaran.
Akhirnya, setelah tekanan publik yang semakin kuat dan adanya campur tangan dari pemerintah pusat, penahanan terhadap Munirwan pun ditangguhkan.

Kisah ini menjadi pengingat, bahwa terkadang niat baik dan inovasi bisa berbenturan dengan aturan dan di situlah keadilan diuji.

#foto
#FbPro
#Cerita