
Oleh:
Dr Ir Hadi Prajaka SH MH.
Weton dalam kacamata agama leluhur bukan sekadar angka, melainkan “Peta Takdir” yang memandu untuk menyelaraskan ( harmonis) jagad cilik (manusia) dengan jagad gede (alam semesta).
Berikut inti sarinya secara spiritual:
Sasmita Alam: Weton adalah resonansi getaran energi saat ruh menyatu dengan jasad sebagai pengindra intuitif.
Ilmu ATAU kaweruh luhur ini digunakan untuk membaca sasmita (isyarat) agar hidup tidak menabrak tatanan alam, Agara bisa membedakan system semesta dan akal’
Ada salah satu Sesanti dan pesan
Sedulur Papat Limo Pancer: yg memberikan penjabaran Weton berkaitan erat dengan penjagaan saudara gaib yang lahir bersama kita. Dengan memahami weton, ilmu kaweruh luhur ini, seseorang diharapkan mampu di pandu dan mengendalikan hawa nafsu Angkara murka dan memperkuat pancer menemukan jiwa’ murni dan kesadaran akan diri sejati nya (diri sejati), guru sejati ini adalah portal dan kompas untuk lebih Manunggal dg hyang Maha hidup sehingga rasa percaya diri kembali pada habitat nya.
Mengingat ingat kejadian Yg dahulu pernah diterima oleh senior atau pendahulu moyang dalam salah satu wejangan disebut Niteni Laku: Merupakan hasil Ilmu Titen (pengamatan batin) para leluhur terhadap bio system semesta dan perjalanan siklus nasib, karakter, dan neptu untuk mencapai keselamatan dunia dan akhirat Memayu Hayuning Bawono (rahayu).
Laku tirakat dan Keprihatinan: Orang Nusantara dan leluhur dahulu, biasanya melakukan pasa ngrame weton atau bertapa di keramaian hidup sosial – (puasa pada hari lahir) bagaimana merasakan manis dan pahit nya kehidupan sebagai sarana olah rasa agar batin olah jiwa’ agar tetap tajam dan dijauhkan dari marabahaya… Selanjutnya olah Budi.
Singkatnya: Weton adalah ilmu panduan hidup atau membaca kompas untuk Mengenal Diri agar selaras dengan ketetapan Gusti, Tuhan Yang Maha Esa dan Semesta… micro cosmik dan Macro cosmik.
Silahkan klik kelanjutan wewarah para Bramana
Freedom of religion
By KESADARAN.
DR IR HADI PRAJOKO SH MH
SAMPURASUN RAHAYU
