Bulan Terbelah

 

Dr Ir Hadi Prajaka SH MH.

Secara saintifik, klaim mengenai Bulan yang pernah terbelah menjadi dua bagian terpisah lalu menyatu kembali tidak didukung oleh bukti geologis maupun astronomis, ada bangsa menggunakan bulan sebagai satu kesatuan penanggalan, tetapi ada pula Bangsa yang menggunakan mata’hari sebagai pegangan penanggalan, itu semua budaya dan cara berfikir untuk menandai perubahan bahkan ada system penanggalan berdasarkan bintang bintang.
.
*Marilah kita berfikir jernih,* ?

Berikut adalah kajian ilmiah berdasarkan data dari berbagai misi eksplorasi luar angkasa:

1. Integritas Struktur Geologis

Jika Bulan pernah terbelah total, akan terdapat “bekas luka” global atau diskontinuitas pada kerak dan mantel Bulan.

Pemetaan dari misi LRO (Lunar Reconnaissance Orbiter) menunjukkan kerak Bulan yang relatif utuh. Meskipun terdapat fitur seperti Rimae (parit) atau Graben, fitur tersebut adalah hasil dari aktivitas tektonik lokal, pendinginan magma, atau kontraksi termal, bukan sisa pembelahan skala planet.

2. Bukti dari Data Gravitasi

Misi GRAIL (Gravity Recovery and Interior Laboratory) milik NASA memetakan medan gravitasi Bulan dengan presisi sangat tinggi.

Jika Bulan pernah terbelah dan menyatu, akan ada anomali gravitasi yang signifikan di sepanjang garis penyatuan kembali (seperti perbedaan densitas material yang mencolok). Data GRAIL menunjukkan struktur internal Bulan yang konsisten dengan evolusi alami selama miliaran tahun.

3. Konsistensi Usia Batuan Lunar

Sampel batuan yang dibawa oleh misi Apollo dan Luna memberikan data kronologis yang penting.
Analisis: Penentuan penanggalan radiometrik menunjukkan bahwa permukaan Bulan terbentuk secara bertahap melalui diferensiasi magma sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Tidak ditemukan lapisan batuan “muda” atau material yang terfragmentasi secara ekstrem yang mengindikasikan peristiwa katastrofik pembelahan besar dalam sejarah geologi Bulan yang baru.

4. Dinamika Orbit dan Efek Pasang Surut
Secara fisika, jika objek sebesar Bulan terbelah:

* Dibutuhkan energi yang luar biasa besar untuk membelah Bulan dan lebih banyak energi lagi untuk menyatukannya kembali tanpa mengubah orbitnya secara drastis.

* Peristiwa sebesar itu akan mengganggu stabilitas gravitasi Bumi, memicu gelombang pasang raksasa (tsunami global), dan menghujani Bumi dengan puing-puing lunar (meteorit). Tidak ada catatan dalam lapisan sedimen Bumi yang menunjukkan bencana global semacam ini.

5. Fitur “Hadley Rille”

Seringkali parit panjang di Bulan dianggap sebagai bekas belahan. Secara ilmiah, fitur ini diidentifikasi sebagai saluran lava yang runtuh (sinuous rilles). Proses ini serupa dengan pembentukan gua lava di Bumi (seperti di Hawaii), bukan hasil dari patahan struktural global.

Kesimpulan:
Hingga saat ini, konsensus ilmiah menyatakan bahwa Bulan tidak pernah mengalami pembelahan fisik menjadi dua bagian. Semua kenampakan visual di permukaannya dapat dijelaskan melalui proses vulkanisme, tektonik skala kecil, dan hantaman asteroid selama miliaran tahun, kalaupun ada hanya manusia yang Halusinasi, karena DOKMA DOKTRIN KULTUS agama.

TTD.
Produser orang waras