Perjalanan Spiritual KA. Agustinus ke Makam Syaik Khona Kholil Bangkalan

KA. Agustinus kini melakukan perjalanan spiritual menuju makam Syaik Khona Kholil Bangkalan. Bagaimana ceritanya. Berikut ini laporan Pemred menaramadinah.com Husnu Mufid :


Perjalanan spiritual ke makam KH. Kholil Bangkalan ini adalah perjalanan spiritual saya (KA. Agustinus atau lebih dikenal dg nama Gus Tri) ada dalam sederetan perjalanan panjang sebagai tokoh penghayat, dari beberapa kali perjalan ke banyak tokoh nusantara, para wali para sunan maupun beberapa petilasan dan makam para nenek moyang nusantara, seperti Kanjeng Batara Katong, Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Drajat juga beberapa Sunan yg tergabung dlm Wali Songo,dan yg terakhir dalam ritualnya di Gunung Putri yang adalah makam dari ibunda Gajah Mada serta kelahiran Sang Mahapatih Gajah Mada pemersatu Nusantara yg ada di Bumi Ngimbang Lamongan.

Adapun perjalanan ke Bumi Bangkalan Madura ini adalah perjalanan terakhir saya dalam ritualnya menelusi dan napak tilas bumi Nusantara.

Kenapa saya memilih perjalanan spiritual ke Bangkalan? ini tiada lain karena saya mendengar kesohorannya mbah Kholil dalam perjalanannya mensyiarkan nilai nilai moral dan spiritualnya dalam menjalankan tugasnya sebagai wali dari Sang Hyang Wenang.Banyak literatur yg saya dapat dari berbagai sumber dan buku tentang kehebatan mbah Kholil ini sehingga saya tertarik untuk lebih dekat. Juga oleh masyarakat Madura pun mbah Kholil ini mendapat tempat dihati dari masa ke masa dari generasi ke generasi. Dan kebetulan pula bahwa pada tgl 17 maret nanti adalah Haul akbarnya mbah Kholil.

Saya Selalu lantunkan doa dan pujianya sepanjang perjalanan saya ketika menuju ke makam beliau yg kebetulan berada persis di area masjid Bangkalan yg sangat melegenda itu.

Setelah saya tiba ditempat makam yg kebetulan makam tsb satu paket dg masjid, tentunya sebagai penghayat yg sungguh menghormati tempat suci dan makam tokoh besar madura tentunya adalah membersihkan diri ( dengan air wudlu) sambil jalani beberapa lelaku, mengosongkan diri agar boleh diterima dan disambut banyak jiwa nenek moyang terkusus jiwa dari mbah Kholil yg sudah menuju ke alam kelanggengan.

Setelah tiba di depan makam pun saya terus melantunkan doa doa dan amalan amalan agar jiwanya dilancarkan dan banyak jiwa yg saat ini masih hidup didunia ini pun masih alami semangat dan boleh ambil bagian seperti yg telah mbah Kholil jalani semasa masih hidup,tentunya selain semoga generasi saat ini dan selanjutnya boleh meneruskan kebaikan dan tradisi tradisi leluhur dan nenek moyang yg sudah baik ini. Agar Sang Hyang Wenang tetap menjadi tujuan hidup segala makluk alam semesta.