
Prof. Mahmud Mustain
(Teknik Kelautan ITS, Waketum PP Serikat Nelayan NU)
1. Kondisi keamanan di Arab Saudi relatif aman
Di kota suci seperti Makkah, Madinah, dan Jeddah, kondisi keamanan alhamdulillah tetap stabil. Aktivitas umrah tetap berlangsung dan jamaah masih bisa beribadah dengan normal. Bandara utama seperti King Abdul aziz International Airport juga tetap beroperasi, meskipun ada gejolak perang Iran-Usa-Israil. Arab News, memberikan info tidak ada perang di wilayah Saudi (Modified AI, 2026).
2. Masalah utama adalah penerbangan internasional
Perihal yang menyebabkan jamaah sempat tidak bisa pulang adalah gangguan jalur udara di Timur Tengah, bukan karena kondisi di Makkah atau Madinah. Banyak maskapai membatalkan atau mengalihkan rute penerbangan karena konflik regional tersebut.
The Independent memberitakan bahwa sekitar 58.000 lebih jamaah Indonesia sempat tertahan menunggu penerbangan pengganti. AP News, memberitakan bahwa beberapa negara dan maskapai menutup atau menghindari wilayah udara tertentu karena risiko misil dan drone.
3. Sekarang proses pemulangan mulai berjalan
Kabar terbaru menyebutkan:
Pemerintah Indonesia sedang mengawal pemulangan jamaah secara bertahap. Sebagian penerbangan sudah mulai dibuka kembali secara terbatas sehingga jamaah mulai dipulangkan.
Namun karena jadwal penerbangan sempat kacau, masih ada sebagian jamaah yang harus menunggu giliran penerbangan baru.
4. Buka puasa dan teraweh.
Dua hal yang menyenangkan adalah suasana buka dan sholat taraweh. Hal sepertinya belum ada di negara lain termasuk di Indonesia. Kecuali nuansa buka puasa sudah sedikit mulai menggeliat ada di Indonesia. Yaitu buka bersama atau ta’jil di masjid.
Buka puasa yang khas ada di kota Mekah dan Madinah adalah tersedianya makanan terutama di dalam dan sekitar kedua masjid tersebut. Sungguh nuansa kebersamaanya sangat terasa menyenangkan. Pada umumnya di kedua masjid tersebut jamaah sof atau barisan sholat jamaah asar itu orangnya sama dengan jamaah maghrib. Kemudian dibuat dua sof saling berhadapan dan menghadap hidangan makanan satu paket per orang, juga makanan tambahan-tambahan yang lain.
Sedangkan nuansa teraweh ini yang tidak ada di Indonesia. Waktu adzan isya’ sekitar 20.30 berlanjut sholat jamaah isya’. Tidak lama dilanjutkan sholat taraweh (Qiyamullail I) 10 rokaat lima salam berakhir sekitar pukul 22.30. Dilanjutkan Qiyamullail II jam 00.30 sampai sekitar 02.00 sholat teraweh 10 rokaat 5 salam dan 3 witir 2 salam. Satu hal lagi yang beda adalah satu rokaat witir ditambah doa qunut yang lamanya sekitar 30 menit. Doa qunut ini dibaca mulai teraweh pertama, bukan seperti di Indonesia doa qunut mulai malam tanggal 16 romadlon.
Kesimpulan:
Kondisi di Saudi aman dan ibadah umrah tetap berjalan.
Masalahnya bukan keamanan lokal, tetapi gangguan penerbangan internasional akibat konflik regional.
Saat ini situasi berangsur normal dan jamaah mulai dipulangkan, meskipun belum sepenuhnya kembali seperti biasa.
Sungguh suasana buka puasa dan teraweh sangat menyenangkan dan berkesan. Semoga kita bisa merasakan mondok romadlon di haromain Makah dan Madinah aamiin.
Semoga manfaat barokah selamat dunia sampai akhirat aamiin.
Mekkah,
23 Romadlon 1447
atau
12 Maret 2026
m.mustain
