
BLITAR–Pada hari Jumat (6 Februari 2026), tepat di puasa ke-16 Ramadhan, keluarga besar Masjid Al-Musthofa Udanawu Bakung Blitar berkumpul dalam Kajian Pagi Ramadhan. Ustadz Imam Makrus membuka tausyiah dengan menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah momen berharga bagi setiap orang dewasa, karena setiap langkah hidup tidak terlepas dari berkah dan pertolongan Allah SWT.
*Puasa Ramadhan Adalah Kewajiban Yang Berkah*
Ustadz Imam Makrus, salah satu ustadz di Pesantren Mambaul Hikam Mantenan Udanawu yang didirikan oleh kakek buyutnya Gus Iqdam, menyampaikan bahwa puasa telah diwajibkan Allah SWT dalam Al-Quran:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
“Sebagai Muslim yang beriman, kita punya tanggung jawab besar – menjaga keluarga, bekerja untuk nafkah, dan menjadi panutan bagi anak-anak,” ujar Ustadz Imam Makrus.
“Kadang kita kesulitan menyetarakan urusan dunia dan ibadah, tapi saya yakin puasa bukanlah beban, melainkan berkah yang membuat kita lebih kuat dan fokus.” katanya.
*Empat Keutamaan Puasa Ramadhan*
Ustadz Makrus yang juga alumni Pesantren Lirboyo Kediri menjelaskan keutamaan puasa yang perlu dipahami:
1. Ampunan dosa
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim). “Kita sebagai orang dewasa pasti pernah membuat kesalahan. Ramadhan adalah kesempatan emas untuk membersihkan hati dan memulai baru,” jelasnya.
2. Pahala yang luar biasa
“Puasa adalah amalan khusus untuk Allah SWT yang akan membalasnya dengan lipat ganda,” ujarnya.
“Kita bekerja keras untuk dunia, tapi amalan di Ramadhan akan menjadi bekal abadi di akhirat,” pintanya.
3. Perlindungan dan kesabaran
Puasa menjadi perisai dari godaan dan sikap tidak baik. “Saat berpuasa, kita jadi lebih sabar menghadapi masalah di rumah atau kerja. Kita juga merasakan kesulitan orang yang kurang mampu, sehingga lebih peduli dan mau berbagi,” tambahnya.
4. Kesempatan mendapatkan Lailatul Qadar
Allah berfirman, “Malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3). “Waktu sangat berharga bagi kita. Mari manfaatkan 10 hari terakhir Ramadhan dengan baik. Alhamdulillah, setiap tahun Masjid Al-Musthofa menyelenggarakan shalat lail pada malam Lailatul Qadar, dan tahun ini juga akan dilaksanakan,” tandasnya.
*Cara Meraih Keutamaan Lailatul Qadar*
Lailatul Qadar jatuh pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan. Meskipun sibuk dengan pekerjaan dan urusan rumah tangga, Ustadz Makrus mengajak jamaah untuk melakukan hal berikut:
– Mengatur waktu agar bisa shalat tarawih bersama keluarga, baik di masjid maupun di rumah.
– Membaca doa Lailatul Qadar: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai orang yang mengampuni, maka ampunilah aku,” dan membacakannya bersama keluarga agar anak-anak belajar.
– Menyempatkan diri untuk bersedekah atau memberi makan orang puasa sebagai contoh bagi anak-anak.
– Beribadah dengan khusyu’, karena kualitas ibadah lebih berarti daripada sekadar ritual.
*Amalan Sunnah Yang Bisa Diterapkan*
Selain puasa wajib, terdapat amalan sunnah yang bisa dilakukan sesuai kondisi:
– Shalat Tarawih dan Witir: Jika tidak bisa keluar rumah, bisa dilakukan bersama keluarga untuk mempererat silaturahmi.
– Tadarus Al-Quran: Baca sedikit setiap hari, misalnya sebelum berangkat kerja atau saat istirahat, dan ajak anak-anak untuk ikut.
– Memperbanyak dzikir dan doa: Jadikan sebagai rutinitas keluarga, misalnya sebelum makan malam atau sebelum tidur.
– Silaturahmi: Manfaatkan waktu buka puasa untuk mengunjungi keluarga atau teman yang sudah lama tidak bertemu, sebagai contoh pentingnya menjaga hubungan baik.
“Kita adalah ujung tombak dalam keluarga dan masyarakat,” tegas Ustadz Imam Makrus. “Jika kita menjalankan ibadah Ramadhan dengan sungguh-sungguh, anak-anak dan orang di sekitar kita akan mengikuti jejak kita. Jangan biarkan kesibukan dunia membuat kita melupakan tujuan utama hidup,” pintanya.
Ia mengajak jamaah untuk memanfaatkan bulan Ramadhan agar menjadi pribadi yang lebih baik – lebih sabar, jujur, dan dekat dengan Allah SWT. “Bagi yang ingin berbagi berkah dengan saudara yang membutuhkan, bisa melalui lembaga terpercaya seperti Lazisnu atau yayasan lainnya,” pungkasnya.
Semoga Allah SWT meridhoi semua usaha kita dalam bulan Ramadhan ini.*Imam Kusnin Ahmad*
