Runner-Up yang Menginspirasi: Perjalanan Membuat Sejarah Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia 2026.

 

Oleh: Imam Kusnin Ahmad SH. Wartawan Senior yang aktif di PW ISNU Jawa Timur.

GELARAN PIALA Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena ditutup dengan drama yang mengharukan. Timnas Futsal Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah kalah melalui adu penalti dari Iran, dengan skor akhir akumulatif 5-5 setelah waktu normal dan babak tambahan. Meskipun tak berhasil mengangkat trofi, perjalanan skuad Garuda dari grup neraka hingga ke final, serta momen emosional pelatih Hector Suto yang menangis haru, telah mencetak babak baru dalam sejarah futsal Indonesia dan menunjukkan bahwa negara ini kini menjadi salah satu kekuatan utama di benua Asia.

*Drama yang Menguras Emosi*

Pertandingan final berjalan sangat ketat sejak menit awal. Iran membuka skor cepat melalui H. Tayebi, namun Indonesia tidak gentar dan langsung merespons. Reza Gunawan menyamakan kedudukan 1-1 setelah kesalahan kiper lawan, sebelum Israr membalikkan skor menjadi 2-1 dengan memanfaatkan umpan Habibie. Gol ketiga Israr menjadikan skor 3-1 untuk Indonesia menjelang babak pertama berakhir, meskipun Iran berhasil mengurangi kedudukan menjadi 3-2 melalui tendangan bebas M. Karimi setelah kesalahan Habibie yang sebelumnya berhasil menepis penalti.

Di babak kedua, Iran menyamakan skor menjadi 3-3 sebelum Samuel Eko menghidupkan semangat dengan gol pada menit ke-24, membawa Indonesia unggul 4-3. Namun, strategi power play yang diterapkan Iran di empat menit terakhir berhasil mencetak gol penyeimbang 4-4, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.

Di babak perpanjangan waktu, Israr tampil fenomenal dengan mencetak hattrick pada dua menit terakhir, menjadikan skor 5-4. Namun, kelengahan transisi pemain Indonesia menjadikan Iran sukses menyamakan kembali menjadi 5-5 hanya beberapa detik kemudian. Dalam adu penalti, keberuntungan tidak berpihak pada Indonesia, membuat Iran kembali menjadi juara Asia.

*Kekuatan dan Tantangan Timnas Indonesia*

*Kekuatan yang Terbukti*

-Mentalitas Juara: Timnas Indonesia menunjukkan ketahanan luar biasa dalam menghadapi tekanan. Mereka mampu bangkit setiap kali tertinggal atau disamakan skor, bahkan menghadapi tim kuat seperti Jepang (juara bertahan) dan Iran dengan tanpa rasa takut.

-Permainan Taktis: Strategi yang diterapkan Hector Suto berhasil mengoptimalkan potensi pemain. Serangan balik cepat dan disiplin pertahanan menjadi kunci kemenangan di babak penyisihan, sementara kemampuan beradaptasi menjadikan mereka mampu meladeni permainan cepat lawan.

-Pemain Berkualitas: Israr dengan hattricknya di final, Samuel Eko, Reza Gunawan, dan Habibie menunjukkan kemampuan individu yang tinggi dan kerja sama tim yang solid.

*Tantangan yang Perlu Diatasi*

-Kelengahan di Menit Krusial: Kesalahan kecil di akhir babak tambahan yang menyebabkan gol penyeimbang Iran menjadi pembelajaran penting terkait konsentrasi sepanjang waktu pertandingan.

-Stamina dan Pengelolaan Waktu: Meskipun mampu bertahan hingga babak tambahan, beberapa pemain terlihat kelelahan di fase akhir, yang berpotensi mempengaruhi konsentrasi dan kecepatan reaksi.

-Pengalaman dalam Situasi Krusial: Meskipun telah menunjukkan kemajuan besar, pengalaman bermain di babak adu penalti masih menjadi poin yang perlu ditingkatkan agar tim lebih tenang dalam situasi yang menentukan.

-Kekalahan di final tidak mengurangi prestasi gemilang Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia Futsal 2026. Status runner-up ini adalah pencapaian terbesar dalam sejarah futsal nasional, ditambah dengan tiket ke Piala Dunia Futsal yang diperoleh untuk pertama kalinya.

-Perjalanan dari grup neraka hingga ke final, dengan kemenangan atas tim-tim kuat seperti Australia, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Jepang, telah membuktikan bahwa Indonesia telah menjadi kekuatan futsal yang tidak bisa dianggap remeh di Asia.

-Momen tangis haru Hector Suto setelah mengalahkan Jepang bukan hanya luapan emosi, melainkan simbol perubahan paradigma dan kebangkitan futsal Indonesia.

-Meskipun trofi juara belum berada di genggaman kita, perjuangan yang telah ditunjukkan oleh para pemain dan pelatih telah membangkitkan semangat bangsa dan menjadi dasar kuat untuk masa depan futsal Indonesia. Ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari era baru yang lebih cerah.

-Mari kita terus mendukung Timnas Futsal Indonesia dalam perjalanan mereka ke Piala Dunia Futsal dan ajang-ajang berikutnya, karena mereka telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan semangat juang yang tak pernah padam, impian besar tidaklah mustahil untuk diraih.*Wallahu A’lam Bisawabi*