5.000 Personel Banser Jatim Amankan Mujahadah Kubro HUT ke-100 NU, Presiden Prabowo Akan Hadir.

SURABAYA – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur akan menurunkan 5.000 personel Banser untuk mengamankan kegiatan Mujahadah Kubro dalam rangka memperingati 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) versi Masehi. Acara besar yang berlangsung pada 7 dan 8 Februari 2026 di Stadion Gajayana Kota Malang akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan sistem pengamanan gabungan yang diterapkan sesuai standar ketat.

Sebagai tuan rumah, Malang Raya akan menempatkan sekitar 2.000 personel Banser – di mana 1.653 di antaranya berasal dari Banser Kabupaten Malang, dan 347 Banser Kota Malang . Sisanya, sekitar 3.000 personel lainnya akan didatangkan dari cabang-cabang Banser penyangga se-Jawa Timur.

Keterangan ini disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril (Gus Musaffa), yang menegaskan akan terus melakukan koordinasi dengan aparat keamanan negara.

“Kita terus koordinasi dengan TNI dan Polri. Apalagi banyak tamu negara yang akan hadir, termasuk Presiden Prabowo Subianto yang telah terjadwalkan menghadiri acara ini,” ujar Safril.

Lebih lanjut ia menjelaskan, “Penerapan pengamanan oleh tim gabungan dilakukan dengan standar yang sangat ketat – mulai dari pengecekan latar belakang personel hingga sterilisasi lokasi yang dilakukan beberapa hari sebelum acara. Setiap langkah diatur bersama tim protokol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Pemerintah Kota (Pengkot) Malang untuk memastikan tidak ada celah risiko apa pun.”

Penempatan personel Banser telah ditetapkan pada pos-pos strategis, baik di dalam maupun sekitar kawasan Stadion Gajayana. Selain pengamanan lokasi utama, Banser juga siap mengawal pergerakan jamaah sejak keberangkatan dari titik-titik kumpul menuju stadion. Penanganan langsung tugas keamanan diemban oleh Kasatkorwil Banser Jatim, H. Riza Ali Faizin, yang telah melibatkan seluruh Satkorcab Banser di Jawa Timur.

Kesiapan para Kasatkorcab Banser melalui serangkaian tahap persiapan matang – mulai dari pelatihan peningkatan kapasitas keamanan, pembagian wilayah tugas yang jelas, hingga koordinasi intensif dengan pihak lokal. Kepala Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Malang, Sulis Harianto, S.Pd, menyatakan seluruh personel akan bertugas penuh selama dua hari pelaksanaan.

“Kami dari Banser Malang Raya berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan 100 Tahun Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana Kota Malang,” ujarnya. Menurut Sulis, tugas pengamanan meliputi pengaturan arus lalu lintas, pengawalan jamaah, penertiban area parkir, serta koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait.

Ketua Ansor Kota Malang, Sugiyanto, S.Sos – yang juga menjadi koordinator langsung untuk wilayah tuan rumah – menyampaikan komitmen penuh terhadap kelancaran acara.

“Kami siap sukseskan acara ini. Kami sangat bangga Malang jadi tempat kegiatan akbar ini. Kami ingin menjadi tuan yang baik,” ujar Sugiyanto dengan semangat. Ia menambahkan bahwa seluruh personel Banser Malang Raya telah melakukan persiapan ekstra, termasuk memastikan fasilitas pendukung siap digunakan, rute akses teridentifikasi jelas, serta koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat lokal untuk menciptakan suasana kondusif dan ramah.

Menurut Gus Musaffa, “Pengamanan untuk agenda sebesar ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Tim gabungan yang kami bentuk bersama aparat negara menerapkan sistem berlapis – mulai dari pemantauan intelijen, pengawalan fisik, hingga kesiapan tim medis dan kendaraan taktis. Semua ini dilakukan bukan hanya untuk menjaga keselamatan VVIP, tetapi juga untuk keselamatan jamaah dan menunjukkan bahwa NU mampu menyelenggarakan acara dengan profesionalisme tinggi.”

Prosedur keamanan yang diterapkan mencakup tahapan penting: pengecekan latar belakang personel zona ring satu, sterilisasi lokasi menyeluruh dari area utama hingga kawasan sekitarnya, pemantauan arus informasi oleh intelijen militer untuk mendeteksi potensi demonstrasi atau gangguan siber, serta penyusunan jadwal perjalanan yang dihitung secara taktis untuk menghindari rute rawan.

Selain itu, sistem pengamanan juga meliputi kesiapan tim medis darurat yang siap siaga di dekat rombongan dan titik strategis, serta ketersediaan unit kendaraan taktis anti-peluru. Sinergi pasukan darat, laut, dan udara didukung oleh radar dan sensor canggih yang terpasang di berbagai sudut lokasi, sehingga setiap gerakan mencurigakan dapat terdeteksi dan ditindaklanjuti dengan cepat.

Keamanan kepala negara menjadi representasi langsung stabilitas bangsa, dengan prosedur yang menunjukkan profesionalisme pasukan elit. Standar pengamanan VVIP terus dievaluasi berkala mengikuti perkembangan ancaman global yang dinamis. Pada acara yang melibatkan puluhan ribu jamaah ini, kesiapan mental personel keamanan diuji untuk tetap tenang namun mampu bereaksi cepat terhadap setiap anomali.

Mujahadah Kubro diperkirakan akan dihadiri ribuan jamaah dari wilayah Malang Raya dan menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian peringatan satu abad berdirinya NU. Dengan dukungan terkoordinasi antara GP Ansor, Banser se-Jatim, aparat keamanan negara, dan pemerintah daerah, diharapkan kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif – sekaligus sebagai bukti kemampuan Indonesia menyelenggarakan acara berskala besar dengan standar keamanan handal.*Imam Kusnin Ahmad*