Setahun Berjalan, Bakti Subuh Hadirkan Edukasi dan Layanan Kesehatan bagi Jamaah

Surabaya — Upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan melalui pendekatan berbasis keagamaan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Bakti Subuh yang telah berjalan selama satu tahun dan dilaksanakan secara berkelanjutan di Masjid Baiturrochman, Gununganyar Lor, Surabaya.

Kegiatan Bakti Subuh diikuti oleh jamaah Masjid Baiturrochman serta warga RW 01 Gununganyar Lor. Usai pelaksanaan Sholat Subuh berjamaah, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan tekanan darah (tensi), pemeriksaan darah, serta cek asam urat. Layanan tersebut disambut antusias oleh jamaah, khususnya kalangan lansia dan warga dengan faktor risiko penyakit tidak menular.

Program Bakti Subuh bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sekaligus mendorong deteksi dini terhadap berbagai kondisi kesehatan. Melalui pemeriksaan sederhana namun dilakukan secara rutin, jamaah diharapkan semakin waspada, mandiri, dan proaktif dalam menjaga kualitas hidupnya.

Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) MWC NU Gunung Anyar, Ustad Ali Bukhin, menyampaikan bahwa kegiatan Bakti Subuh merupakan bagian dari ikhtiar dakwah sosial NU yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Islam mengajarkan bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari amanah. Ibadah tidak dapat dijalankan secara optimal tanpa tubuh yang sehat. Karena itu, Bakti Subuh kami rancang sebagai ruang edukasi dan pelayanan yang menyatu dengan kehidupan keagamaan jamaah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masjid memiliki peran strategis sebagai pusat peradaban umat. Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga dapat difungsikan sebagai pusat edukasi, sosial, dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Founder Klinik Paradise sekaligus Wakil Ketua Tanfidziyah MWC NU Gunung Anyar, Dr. dr. Sukma Sahadewa, M.Kes., menyampaikan edukasi kesehatan yang dikemas dalam tausiah bertema keterkaitan antara ajaran Islam dan kesehatan. Ia menekankan bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari ibadah dan wujud rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

“Masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi juga tempat membangun kesadaran hidup sehat. Ketika edukasi kesehatan disampaikan di masjid, pesan itu akan lebih mudah diterima karena sejalan dengan nilai keimanan,” jelasnya.

Setelah sesi tausiah dan edukasi kesehatan, kegiatan Bakti Subuh dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis oleh tim medis Klinik Paradise. Pemeriksaan meliputi skrining tekanan darah, pemeriksaan darah, dan cek asam urat sebagai upaya deteksi dini penyakit tidak menular di lingkungan jamaah.

Selain itu, Ketua Tanfidziyah MWC NU Gunung Anyar, H. Syukur, turut menyampaikan informasi terkait berbagai program MWC NU Gunung Anyar. Ia menjelaskan bahwa MWC NU terus mendorong penguatan peran masjid melalui program keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Sinergi antara masjid, lembaga NU, dan masyarakat harus terus diperkuat. Masjid harus hadir sebagai pusat ibadah sekaligus pusat solusi sosial, pendidikan, dan kesehatan umat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Baiturrochman, Machmudi, mengapresiasi konsistensi pelaksanaan Bakti Subuh yang telah berjalan selama satu tahun. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain.

“Kegiatan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh jamaah. Semoga Bakti Subuh terus berlanjut dan membawa keberkahan serta kemaslahatan bagi umat,” tuturnya.

Kegiatan Bakti Subuh menjadi wujud nyata integrasi antara dakwah, edukasi, dan pelayanan kesehatan, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat dan pelayanan sosial masyarakat. (SDS)