Prof. Nuh Tegaskan Spirit Growth dan Kemanfaatan sebagai Fondasi UNUSA Berkelanjutan

Surabaya, 19 Januari 2026 — Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSI), Prof. Dr. Mohammad Nuh, menegaskan bahwa pertumbuhan (growth) merupakan ciri utama kehidupan yang harus terus dijaga dalam pengembangan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). Hal tersebut disampaikannya dalam Pidato Ilmiah pada rangkaian Pidato Tahunan Rektor: Capaian 2025 dan Sosialisasi Program Kerja UNUSA 2026–2030.

Menurut Prof. Nuh, pertumbuhan UNUSA tidak hanya dimaknai secara kuantitatif, tetapi juga kualitatif dan humanis. Lingkungan akademik harus menjadi ruang yang sehat untuk bertumbuh bersama, baik bagi mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan (tendik).

“Mahasiswa harus menjadi prioritas utama. Student first bukan slogan, tetapi komitmen. Pertumbuhan UNUSA di bidang kemahasiswaan harus dijaga dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Selain mahasiswa, Prof. Nuh juga menekankan pentingnya pertumbuhan hubungan kemanusiaan di lingkungan dosen dan tendik. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan, prestasi, dan kontribusi seluruh sivitas akademika harus diperhatikan dan dihargai secara adil.

“Jika nilai dan prestasi dosen, tendik, dan mahasiswa dihargai, maka kekompakan akan tumbuh. Dan dari kekompakan itulah kekuatan institusi dibangun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Nuh mengajak seluruh warga UNUSA untuk memaknai setiap hari sebagai kesempatan memperoleh pengalaman dan perbaikan (improvement). Pertumbuhan sejati, menurutnya, adalah pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable growth), yang lahir dari kesadaran untuk terus belajar dari hari ke hari.

Ia juga menekankan pentingnya kepercayaan diri (self confident) sebagai pintu masuk bagi munculnya energi potensial dalam diri individu maupun institusi.

“Keyakinan adalah awal dari segalanya. Katakan dengan yakin: We can, insyaAllah. Setelah yakin bisa, barulah kita membangun mekanisme pembelajar sejati,” tutur Prof. Nuh.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa seluruh proses pertumbuhan dan pembelajaran tersebut harus bermuara pada satu orientasi utama, yaitu kemanfaatan.

“Segala usaha akademik harus memberi manfaat. Bukan hanya untuk institusi, tetapi untuk umat dan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Pidato ilmiah ini sekaligus memperkuat arah gerak UNUSA ke depan sebagai perguruan tinggi yang bertumbuh secara berkelanjutan, percaya diri, menjunjung nilai kemanusiaan, dan berorientasi pada kemanfaatan, sejalan dengan visi besar UNUSA menuju kampus unggul dan berdaya saing global. Husnu Mufid