Siswa SD Labiratorium UNU Blitar Raih Juara Ju Jitsu

BLITAR–Siapa bilang anak sekolah dasar hanya bisa bersaing di lingkungan kelas dan taman bermain? Tiga siswa SD Laboratorium Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk meraih prestasi gemilang.

Mereka berhasil menyabet medali juara ketiga dalam ajang Mojokerto Ju-Jitsu Open Tournament 2026, bersaing dengan lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah hingga tingkat dewasa.

Kisah mereka menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, konsistensi, dan dukungan yang tepat, potensi anak-anak Indonesia bisa bersinar bahkan di panggung kompetitif yang lebih luas.

*Panggung Kompetisi yang Menguji Bakat Muda*

Mojokerto Ju-Jitsu Open Tournament 2026 yang digelar pada tanggal 16–18 Januari 2026 bukanlah ajang sembarangan. Sebagai salah satu turnamen Ju-Jitsu terbuka paling bergengsi di Jawa Timur, ajang ini menghadirkan atlet-atlet berbakat dari berbagai sekolah, klub, dan komunitas bela diri.

Dengan rentang usia peserta mulai dari 8 tahun hingga dewasa, kompetisi ini menjadi ladang bagi generasi muda untuk menguji kemampuan, memperluas wawasan, dan belajar dari para atlet berpengalaman.

Keikutsertaan siswa SD Laboratorium UNU Blitar di ajang ini menjadi langkah berani yang menunjukkan komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi non-akademik siswa. Meski harus bersaing dengan peserta yang sebagian besar memiliki pengalaman lebih banyak, ketiga siswa tersebut tidak menunjukkan rasa gentar sama sekali.

Mereka datang dengan persiapan matang dan semangat juang yang membara, siap menunjukkan apa yang telah mereka pelajari selama ini.

*Para Pahlawan Kecil yang Mengharumkan Nama Sekolah*

Tiga siswa yang menjadi kebanggaan SD Laboratorium UNU Blitar itu masing-masing:

1- Muhammad Kafie El Azzam (Kelas 6): Meraih medali juara ketiga di nomor Fighting System Putra U13 kelas -50 kilogram. Meski berada di kelompok usia tertinggi di antara teman-temannya, Kafie mampu menunjukkan teknik yang presisi dan mental bertanding yang kuat. Ia mengaku bahwa latihan rutin selama lebih dari satu tahun menjadi pondasi utama dalam menghadapi tantangan di ajang ini.

2.Muhammad Ma’ruf Arsyad Ramadhan (Kelas 5): Sabet medali juara ketiga di kategori Fighting System Putra U12 kelas -30 kilogram. Ma’ruf yang dikenal sebagai anak yang disiplin dalam berlatih mengaku bahwa dukungan dari orang tua dan teman sekelas menjadi energi tambahan saat bertanding di atas matras.

3.Citra Ayu Nurainy (Kelas 4): Menjadi satu-satunya perwakilan putri yang meraih prestasi, dengan medali juara ketiga di nomor Fighting System Putri U10 kelas -28 kilogram. Citra mengaku bahwa awalnya ia merasa takut untuk berkompetisi, namun dorongan dari pelatih dan kesukaan yang mendalam pada Ju-Jitsu membuatnya berani maju dan memberikan yang terbaik.

Setiap langkah mereka di atas matras bukan hanya tentang teknik dan kekuatan, tetapi juga tentang keberanian untuk menghadapi tekanan dan belajar dari setiap gerakan lawan.Mereka membuktikan bahwa usia muda bukanlah batasan untuk meraih prestasi yang membanggakan.

*Proses Latihan yang Konsisten dan Nilai-nilai yang Terbentuk*

Pelatih Ju-Jitsu SD Laboratorium UNU Blitar, Veni Imawati, M.Pd, mengungkapkan bahwa prestasi ini tidak datang dengan sendirinya. Ia menjelaskan bahwa program pelatihan yang dirancang khusus untuk anak-anak sekolah dasar menjadi kunci keberhasilan mereka.

“Kami tidak hanya mengajarkan teknik Ju-Jitsu semata, tetapi juga mengedukasi mereka tentang pentingnya disiplin, kerja keras, dan sportivitas. Setiap latihan yang mereka lakukan tidak hanya memperkuat fisik, tetapi juga membentuk karakter yang tangguh dan bertanggung jawab,” ujar Veni dengan bangga.

Menurutnya, olahraga bela diri seperti Ju-Jitsu memiliki manfaat yang luar biasa bagi perkembangan anak-anak. Selain meningkatkan kesehatan fisik dan ketangkasan, olahraga ini juga membantu mengembangkan kemampuan berpikir cepat, menghadapi tantangan dengan tenang, dan menghormati lawan sekalipun dalam kondisi kompetitif. Nilai-nilai ini diharapkan akan menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menghadapi kehidupan di masa depan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dukungan dari pihak sekolah dan orang tua juga menjadi faktor penting dalam pencapaian prestasi ini. Kepala SD Laboratorium UNU Blitar, Dra. Hj. Siti Maryam, menyatakan bahwa sekolah selalu berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang sama bagi setiap siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka.

“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi yang unik. Melalui ekstrakurikuler yang terarah dan dukungan penuh, kami ingin membantu mereka menemukan dan mengoptimalkan potensi tersebut. Prestasi yang diraih oleh Kafie, Ma’ruf, dan Citra adalah bukti bahwa upaya ini memberikan hasil yang membanggakan,” ujarnya.

*Inovasi dan Motivasi untuk Masa Depan*

Untuk mengembangkan prestasi olahraga bela diri di sekolah, pihak SD Laboratorium UNU Blitar tengah merencanakan beberapa inovasi yang menginspirasi. Di antaranya adalah pembentukan klub Ju-Jitsu sekolah yang akan menjadi wadah bagi siswa untuk berlatih secara terstruktur dan berbagi pengalaman.

Selain itu, sekolah juga berencana untuk bekerja sama dengan klub Ju-Jitsu profesional di Blitar untuk memberikan pembinaan yang lebih intensif dan memperluas akses siswa ke ajang kompetisi tingkat lebih tinggi.

Pihak sekolah juga akan meluncurkan program “Atlet Muda Berprestasi” yang bertujuan untuk memberikan dukungan komprehensif kepada siswa yang menunjukkan potensi dalam bidang olahraga, mulai dari fasilitas pelatihan hingga beasiswa untuk mengikuti turnamen.

Harapannya, program ini akan menginspirasi lebih banyak siswa untuk aktif berolahraga dan berani mengejar impian mereka tanpa rasa takut akan kegagalan.

“Kami berharap prestasi ini menjadi awal dari banyak prestasi yang akan datang. Semoga kisah Kafie, Ma’ruf, dan Citra bisa menjadi motivasi bagi teman-teman sekelas dan siswa lain di sekolah untuk tidak takut mengejar apa yang mereka cintai.

Ingatlah, setiap langkah kecil yang kamu lakukan dengan penuh semangat bisa menjadi awal dari perjalanan besar menuju kesuksesan. Indonesia membutuhkan generasi muda yang tangguh, berbakat, dan memiliki karakter yang kuat – dan kalian semua punya potensi untuk menjadi bagian dari generasi tersebut,” pungkas Siti Maryam dengan semangat yang membara.*Imam Kusnin Ahmad*