
Oleh: H.Imam Kusnin Ahmad SH. Aktivis ISNU Jatim dan Jurnalis.
Kita semua tentu merasa sedih dengan kejadian robohnya bangunan di Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo.
Tak hanya fisik yang runtuh, tapi juga hati kita ikut terguncang. Namun, di balik ujian ini, ada pesan penting yang ingin disampaikan Allah kepada kita semua agar kita bisa lebih berhati-hati, belajar dari kesalahan, dan berkembang menjadi lebih baik.
Dalam Islam, setiap cobaan adalah cara Allah mendidik hamba-Nya. Allah berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 69,
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”
Ini memberi tahu kita, kalau kita terus berusaha baik dan sabar, jalan terbaik pasti akan terbuka.
Rasulullah juga mengingatkan, “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang apabila melakukan sesuatu, ia menyempurnakannya.”
Jadi jangan pernah ragu untuk memperbaiki dan memperkuat apa yang kita bangun.Kita juga pegang kata-kata bijak dari para tehnokrat:
“Teknologi adalah alat, tapi tanggung jawab dan hati nurani adalah jiwa yang membuat karya kita bermakna.”
Kalau kita cuma asal-asalan, robotnya akan roboh, bukan cuma bangunan — jadi, hati-hati dan selalu utamakan kualitas dan etika.
Mari kita jadikan musibah ini sebagai momentum untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Bukan saling menyalahkan, tapi bersama-sama bangkit memperkuat iman dan semangat gotong royong.
Insya Allah, dengan niat baik, doa, dan kerja keras, masa depan yang lebih aman dan penuh berkah ada di depan mata.*Wallahu a’lam bishawab.*
